IHSG Anjlok Dua Hari, Purbaya: Guncangan MSCI Hanya Sementara

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibekukan untuk kedua kalinya dalam dua hari perdagangan. Pada Kamis (29/1/2026), IHSG dibuka di level 8.027 poin dan dalam 20 menit langsung anjlok ke level 7.730 poin sehingga memicu trading halt selama 30 menit.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tekanan di pasar saham tidak mencerminkan masalah fundamental ekonomi Indonesia. Ia menyebut pelemahan dipicu guncangan sementara akibat persepsi pasar global, khususnya terkait penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Yang saya bisa pastikan adalah fondasi ekonomi kita tidak bermasalah dan akan semakin kuat ke depan. Ini mungkin karena pasar shock terhadap kemungkinan Indonesia dianggap sebagai pasar frontier,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (29/1/2026).

Ia menegaskan Indonesia tidak akan turun ke kategori pasar frontier karena fondasi ekonomi dinilai kuat. Menurut dia, sejumlah catatan yang disampaikan MSCI akan segera ditindaklanjuti oleh otoritas terkait.

“Tapi saya tidak akan turun ke sana karena fondasi kita bagus. Nanti kekurangan-kekurangan yang disampaikan MSCI akan diperbaiki oleh Pak Mahendra. Pak Mahendra akan bicara di bursa mungkin siang hari ini,” kata Purbaya.

Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa fondasi fiskal Indonesia akan semakin menguat ke depan. “Fondasi ekonomi akan terus membaik. Kemarin saya sudah melakukan pembenahan di bea cukai, minggu depan saya akan memperbaiki sektor pajak,” ujar Purbaya.

Menurut dia, penguatan penerimaan negara akan menopang ruang fiskal pemerintah. “Pendapatan negara akan makin baik sehingga fondasi fiskal kita tidak bermasalah. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membangun pertumbuhan ekonomi. Jadi tidak perlu takut,” ungkapnya.

Terkait durasi guncangan pasar, Purbaya memperkirakan tekanan tidak akan berlangsung lama. “Biasanya dua hari sampai tiga hari sudah selesai,” ujarnya optimistis.

Ia menjelaskan kekhawatiran pasar muncul karena belum sepenuhnya memahami mekanisme penilaian indeks global. “Ini kan MSCI masuk ke satu indeks. Saham itu bisa masuk atau tidak. Kalau bagus, bisa masuk. Tapi saham gorengan terpaksa dimasukkan sehingga MSCI curiga. Mereka hanya meminta perhitungan yang lebih transparan,” jelas Purbaya.

Di tengah tekanan pasar, Purbaya tetap menyatakan optimisme terhadap arah IHSG hingga akhir tahun. “Akhir tahun nanti to the moon, jangan takut. Fondasi kita bagus. Saya Menteri Keuangannya,” ujarnya. Saat ditegaskan kembali, ia menambahkan, “Optimis 10.000, tidak usah takut.”

Read Entire Article
Politics | | | |