Gunung Merapi Kembali Bergemuruh, Awan Panas Meluncur 1,5 Kilometer

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat gunung api aktif tersebut meluncurkan awan panas disertai guguran material batuan dari lerengnya, Senin (2/2/2026) dini hari.

Berdasarkan data pengamatan, erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimal 15 mm dengan durasi 150,98 detik. Awan panas meluncur dengan estimasi jarak hingga 1.500 meter ke arah barat daya atau menuju Kali Boyong, wilayah Magelang, Jawa Tengah. Luncuran awan panas dan guguran material batuan terpantau dominan mengarah ke sektor barat daya.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Senin 02/02/2026 pukul 04.40 WIB, estimasi jarak luncur 1.500 meter dengan amplitudo maks 22 mm durasi 133 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Boyong)," kata Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam laporan resminya.

Meski aktivitas erupsi masih terjadi, intensitas guguran di puncak Gunung Merapi dilaporkan perlahan menurun. Aktivitas guguran lava juga teramati dalam periode pengamatan 2 Januari pukul 00.00 sampai 06.00 WIB terpantau mengeluarkan sejumlah guguran lava.

"Teramati 5 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih Kali Bebeng dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter," katanya.

BPPTKG belum menerima adanya laporan dari masyarakat terkait hujan abu vulkanik di kawasan lereng Gunung Merapi akibat peristiwa tersebut. Namun, hingga kini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga dan belum mengalami perubahan.

BPPTKG mengingatkan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.

Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak. Masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi diimbau tetap berada di titik aman, tidak beraktivitas dalam radius tujuh kilometer dari puncak, serta terus memantau informasi resmi dari BPPTKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan awan panas susulan.

Read Entire Article
Politics | | | |