Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Acara peringatan Harlah Ke-100 NU Mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia yang dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR, jajaran Pengurus Besar NU, pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga badan otonom NU.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf merespons santai munculnya nama Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar, sebagai salah satu figur yang dinilai berpotensi maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU mendatang.
Menurut Gus Yahya, Nahdlatul Ulama (NU) terbuka bagi seluruh kader NU yang ingin maju sebagai calon ketua umum.”Monggo, namanya NU itu siapapun orang NU boleh (mencalonkan, red)," ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (13/5/2026) saat ditanya Republika terkait pernyataan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang menyebut Menag berpotensi maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Gus Yahya juga menegaskan, secara aturan tidak ada kewajiban bagi pejabat publik untuk mundur terlebih dahulu apabila ingin mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Namun, ia mengingatkan adanya aturan larangan rangkap jabatan.”Ya yang jelas tidak (tidak harus mundur, red), yang jelas ada larangan rangkap jabatan dalam soal itu ya," ucapnya.
Ia menambahkan, setiap kandidat nantinya harus mampu meyakinkan para pemilih bahwa dirinya layak memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut."Nah tentu saja untuk bisa meyakinkan bahwa seorang calon itu layak untuk dipilih tentu dia harus memperlihatkan kelayakannya dan memperlihatkan bahwa tidak ada hambatan apapun untuk perjalanannya. Saya kira begitu,"kata Gus Yahya.
Sebelumnya, Gus Ipul menyebut nama Nasaruddin Umar sebagai salah satu figur yang memiliki peluang menjadi Ketua Umum PBNU pada muktamar mendatang."Kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kiai Said kalau enggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam,"kata Gus Ipul kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

5 hours ago
9

















































