REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perguruan tinggi memainkan peranan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Civitas akademika yang menjadi penggerak tridharma perguruan tinggi merupakan pemberi pengaruh banyak simpul untuk mengkatalisasi berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan ekonomi syariah sebagai penggerak ekonomi nasional.
Kinerja ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang 2024, dengan sektor halal value chain (HVC) menyumbang lebih dari 25 persen ekonomi nasional. Hal itu didukung oleh industri makanan-minuman halal, fashion muslim, pariwisata ramah muslim, dan pertanian.
Perbankan syariah tumbuh 9,87 persen (yoy), sementara keuangan sosial syariah meningkat 4,7 persen (yoy), serta indeks literasi eksyar naik menjadi 42,84 persen. Bank Indonesia (BI) dan OJK berkomitmen memperkuat eksyar pada 2025 melalui penguatan operasi moneter syariah, peningkatan likuiditas perbankan syariah, konsolidasi bank syariah, serta perluasan akses keuangan bagi UMKM unbankable.
Peluncuran Bulan Pembiayaan Syariah 2025 turut mendorong inovasi pembiayaan seperti Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dan Sukuk Linked Wakaf (SLW) untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional, dengan rangkaian kegiatan hingga Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025.
Dalam diskusi yang berlangsung, Murniati Mukhlisin menekankan pentingnya keterlibatan kampus dalam pengembangan UMKM untuk mencapai pertumbuhan yang lebih signifikan. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha dapat menciptakan ekosistem yang lebih kuat bagi UMKM untuk berkembang.
“Kampus memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi, riset, dan pendampingan bagi pelaku UMKM sebelum Business Matching berlangsung. Dengan keterlibatan mahasiswa dan dosen, UMKM dapat memperoleh akses ke sumber daya yang lebih luas, termasuk pelaporan keuangan syariah, akad-akad syariah, dan model bisnis syariah yang lebih berkelanjutan,” ujar Murniati Mukhlisin, Guru Besar Universitas Tazkia dan Pendiri Sakinah Finance ini.
Workshop ini menghadirkan pembicara dari berbagai lembaga, yaitu:
Rifki Ismail – Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia
Rakyan Gilar Gifarulla – Deputi Direktur Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan
Ali Manshur – Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi Usaha Kecil Kementerian UMKM
Achmad Iqbal – Deputi Direktur Kemitraan dan Akselerasi Usaha Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)
Diskusi dalam workshop ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam meningkatkan pembiayaan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
sumber : Antara