REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL - Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 merupakan satu rangkaian terintegrasi dari beberapa Peraturan Menteri lainnya seperti Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Permendikdasmen Nomor 12 tentang Standar Isi dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang integratif, di mana satu pokok bahasan dapat dikaitkan dengan berbagai tema yang sejalan dan mungkin juga dengan lintas mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran mendalam bisa diimplementasikan di satuan pendidikan yang menggunakan Kurikulum 2013 (K13) maupun Kurikulum Merdeka.
Sebagai suatu pendekatan yang baru, konsep pembelajaran mendalam ini masih menyisakan ruang pemahaman dan penerapan yang belum dipahami secara utuh oleh para pelaku pendidikan di Indonesia. Pembelajaran di sekolah sering kali berhasil menghadirkan 'schooling' tetapi belum tentu menghasilkan 'learning'. Murid hadir, kurikulum terselesaikan, namun pemahaman dan makna belajar belum tumbuh sempurna.
Sekolah Kesatuan Bangsa menyadari kesenjangan yang ada dan bermaksud menumbuhkan pemahaman yang sama di antara para pendidik di Indonesia dengan menghadirkan diskusi pembelajaran mendalam dalam seri seminar nasional pada 23 April 2026 yang mengangkat tajuk 'Strategi dan Implementasi Pembelajaran Mendalam di Sekolah.'
Anggota Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam (TPPM) Kemendikdasmen RI, Prof Suwarsih Madya, hadir langsung sebagai narasumber utama dalam seminar. Sebagai anggota TPPM, Prof Suwarsih adalah sumber kompeten terpercaya mengupas tentang pembelajaran mendalam.
Sebagai pengantar memasuki pembahasan tentang pendekatan pembelajaran mendalam Prof Suwarsih Madya terlebih dahulu menyampaikan konsep penting tentang pola pikir bertumbuh dan dasar-dasar agama yang mendasari pengembangan pendekatan pembelajaran mendalam. Melalui paparan awal ini para peserta tergugah semangat menyambut pendekatan pembelajaran mendalam.
Setelah motivasi dan kesadaran peserta terbuka, Prof Suwarsih melanjutkan detail utama konsep pembelajaran mendalam dan selanjutnya ia menutup paparan dengan strategi kunci yang dapat digunakan untuk mengembangkan dan menerapkan konsep pembelajaran mendalam dan dimensi yang hendak dicapai melalui pendekatan ini.
Sebagai strategi penerapan, Profesor Suwarsih Madya setidaknya memberikan sejumlah kunci. Pertama, yaitu menghormati dan mengenali potensi lingkungan termasuk potensi guru dan peserta didik. Kelompok belajar atau MGMP yang ada dapat dijadikan ajang bertukar pikiran dan ide dalam penyusunan rencana penerapan pembelajaran mendalam.
Potensi teknologi digital juga dapat membantu mempermudah dalam melakukan implementasi. Kedua, Prof Suwarsih mengajak para peserta untuk lebih realistis bahwa dimensi peserta didik hasil pembelajaran bisa jadi tidak dapat dicapai oleh setiap guru di setiap pembelajaran, akan tetapi masing-masing dimensi tersebut dapat dicapai oleh mata pelajaran yang lebih sesuai. Dalam hal ini, sebagai kunci implementasi ketiga, kepala sekolah perlu menjadi pemimpin yang bisa mengarahkan dan membagi pengembangan masing-masing dimensi yang hendak dicapai sesuai dengan kurikulum sekolah yang dikembangkan.
Tercatat setidaknya 150 guru dan pendidik hadir langsung di AVR Kesatuan Bangsa untuk menyimak jalannya seminar, dengan lebih dari 50 lain hadir secara hybrid karena keterbatasan tempat yang tersedia.
Dalam seminar ini para pendidik diajak meninjau kembali praktik pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran mendalam yang berlandaskan tiga prinsip utama: bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. Peserta diajak meresapi bahwa proses belajar dapat menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata (bermakna), menumbuhkan kesadaran belajar dan refleksi diri pada siswa (berkesadaran), serta menghadirkan pengalaman belajar yang menggugah rasa ingin tahu dan kegembiraan (menyenangkan). Dengan pendekatan pembelajaran mendalam, sekolah tidak lagi sekadar tempat menyelesaikan kurikulum, tetapi menjadi ruang tumbuhnya pemahaman, karakter, dan kecintaan belajar sepanjang hayat.

3 hours ago
4

















































