REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih FC Barcelona Hansi Flick menegaskan timnya harus menciptakan keajaiban ketika menjamu Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey, Rabu (3/3/2026) dini hari WIB. Duel sengit ini akan tersaji di Camp Nou.
Barcelona berada dalam posisi terjepit setelah kalah telak 0-4 pada leg pertama di Ibu Kota Spanyol. Saat itu, Atletico menghukum Blaugrana dengan empat gol pada babak pertama. Laga tersebut menandai pertama kalinya Barcelona gagal mencetak gol di kompetisi domestik musim ini.
“Kami tertinggal empat gol dan harus membuat hal yang mustahil menjadi mungkin. Itulah tujuannya. Ini tidak mudah, tetapi kami tidak akan menyerah,” kata Flick, dikutip Reuters, Senin (2/3/2026).
Meski agregat berat sebelah, Barcelona datang dengan kepercayaan diri yang terjaga. Pemuncak klasemen La Liga Spanyol itu mengemas tujuh gol dalam dua laga terakhir.
Sorotan tertuju pada penyerang muda Lamine Yamal yang mencetak hattrick ke gawang Villarreal, akhir pekan lalu. Fakta ini sinyal bahwa lini depan mereka tetap tajam.
Flick menekankan dua hal utama, yakni efektivitas dan disiplin bertahan. Menurut dia, kebangkitan hanya mungkin terjadi jika Barcelona mampu menjaga gawang tetap steril sembari memaksimalkan setiap peluang.
“Kami harus percaya pada kekuatan sendiri. Pada setiap babak, misalnya, kami perlu mencetak dua gol,” ujarnya.
Tantangan makin berat karena Barcelona dipastikan kehilangan striker andalan Robert Lewandowski, yang mengalami patah tulang rongga mata saat melawan Villarreal. Absennya Lewandowski mengurangi pengalaman sekaligus naluri gol di lini depan.
“Kehilangan pemain seperti Lewy tentu masalah, tetapi tim menunjukkan respons yang baik,” kata Flick.
Ia meminta para pemain tampil agresif, memenangi duel-duel krusial, dan menjaga penguasaan bola. Atletico dikenal berbahaya dalam serangan balik cepat, sehingga kesalahan kecil bisa berujung fatal.
“Kami harus bermain sebagai satu tim. Terutama besok,” tegasnya.

5 hours ago
6














































