IHSG Dibuka Menguat, Pasar Waspadai Potensi Koreksi

9 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (20/1/2026) bergerak menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global. IHSG dibuka menguat 22,32 poin atau 0,24 persen ke posisi 9.156,19. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,37 poin atau 0,15 persen ke posisi 891,75.

"Dari sisi makro, pasar masih menunjukkan respons yang positif terhadap prospek pelonggaran kebijakan moneter global, di tengah kebijakan domestik yang relatif terjaga dan kinerja emiten berkapitalisasi besar yang tetap solid," ujar Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Selain itu, Reydi menyebut penguatan IHSG juga didukung masuknya aliran dana asing yang cenderung terfokus pada saham-saham perbankan besar dan emiten big cap lainnya, termasuk saham-saham konglomerasi yang kembali menjadi penopang.

Di sisi lain, lanjutnya, pelaku pasar tengah mencermati sentimen arah kebijakan bank sentral global terkait pemangkasan suku bunga, serta pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) yang berpotensi berdampak terhadap pasar keuangan secara lebih luas.

Selain itu, menurut Reydi, keberlanjutan kinerja emiten juga menjadi penentu pergerakan indeks.

"Karena IHSG sedang berada dalam zona ATH, sehingga rawan koreksi karena valuasi pasar yang mulai tinggi," ujar Reydi.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Selasa (20/1) dan Rabu (21/1) yang diperkirakan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen seiring nilai rupiah yang masih melemah.

Dari mancanegara, pasar saham Eropa dan kawasan Asia melemah pada Senin (19/1) di tengah liburnya bursa saham Amerika Serikat (AS). Pelemahan dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam pengenaan tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland.

Di sisi lain, dolar AS justru melemah dan ditinggalkan investor. Hal tersebut tercermin dari penguatan mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss, serta rebound euro dan poundsterling.

Pada perdagangan Senin (19/1), bursa saham Eropa ditutup kompak melemah, di antaranya Euro Stoxx 50 turun 1,77 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,39 persen, indeks DAX Jerman turun 1,34 persen, serta indeks CAC melemah 1,78 persen.

Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street libur memperingati Martin Luther King Jr. Day pada Senin (19/1).

Bursa saham regional Asia pada perdagangan pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 1,02 persen ke level 53.042,50, indeks Shanghai turun 0,51 persen ke 4.093,14, indeks Hang Seng melemah 0,52 persen ke 26.436,50, dan indeks Strait Times turun 0,14 persen ke 4.827,96.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |