IHSG Stabil, Analis Nilai Investor Sudah Antisipasi Arah Kebijakan BI

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus alias Nico, meyakini pelaku pasar telah melakukan langkah antisipatif di tengah sikap wait and see terhadap arah kebijakan Bank Indonesia (BI).

Saat ini, BI tengah melangsungkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan. Di sisi lain, terdapat proses pergantian jabatan Deputi Gubernur BI yang akan memasuki tahap uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

“Sejauh ini, kalau kita perhatikan, memang kalau bicara hasil RDG BI, kami pikir semuanya sudah cukup jelas. Apalagi terkait pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini. Kami meyakini BI akan menahan tingkat suku bunganya,” ujar Nico di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Terkait pergantian pejabat Deputi Gubernur BI, Nico menilai hal tersebut tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap pasar saham Indonesia.

Adapun tiga calon Deputi Gubernur BI telah diusulkan Presiden Prabowo Subianto melalui surat presiden (surpres), yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solihin M Juhro.

“Kalau ada potensi Pak Thomas Djiwandono mengalami kenaikan jabatan, selama memang memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidangnya, kami meyakini hal tersebut tidak akan serta-merta memengaruhi pembuatan kebijakan moneter,” ujar Nico.

Ia meyakini BI akan bersikap selektif dalam melakukan pergantian pejabat di lingkungan kelembagaannya. “Kami juga meyakini BI sudah melakukan proses pemilihan, pemilahan, dan penyaringan calon-calon yang memang mampu memimpin Bank Indonesia ke depan dengan strategi yang bersifat pre-emptive dan looking forward,” ujar Nico.

Menurut Nico, selama ini pelaku pasar telah memahami karakteristik bank sentral dan mempersiapkan langkah antisipasi terhadap arah kebijakan yang akan ditetapkan.

Dengan demikian, ia menilai pasar saham Indonesia akan tetap stabil di tengah dinamika tersebut. “Selama ini pasar sudah cukup memahami karakteristik gaya kebijakan BI. Karena sudah diproyeksikan, kami pikir pasar saham masih akan cenderung stabil,” ujar Nico.

Dalam kesempatan tersebut, Nico juga menjelaskan fundamental perekonomian domestik yang dinilai cukup kuat, ditambah prospek pemulihan ekonomi pada 2026, turut menopang stabilitas pasar saham. “Kami menilai fundamental Indonesia masih kuat dan prospek pemulihan ekonomi tetap terjaga. Ada ekspektasi yang cukup tinggi bahwa ekonomi Indonesia mampu bertahan dan pulih,” ujarnya.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (20/1/2026) pukul 15.25 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat stabil dengan penguatan 15,58 poin atau 0,17 persen ke posisi 9.149,45.

Sebelumnya, BI telah mengonfirmasi bahwa Juda Agung mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI kepada Presiden RI terhitung sejak 13 Januari 2026.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah telah mengirimkan surpres kepada DPR RI untuk memulai tahapan fit and proper test calon Deputi Gubernur BI dengan usulan tiga nama, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solihin M Juhro.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |