PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (share buyback) dengan nilai maksimal Rp 5 triliun. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan sejak awal perdagangan Kamis (29/1/2026). Indeks dibuka di level 8.027,83 dan hingga pukul 09.20 WIB anjlok lebih dari 7 persen ke kisaran 7.700-an. Penurunan tersebut telah memenuhi syarat pertama dilakukannya trading halt selama 30 menit.
Tekanan di awal perdagangan melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya. Pada Rabu (28/1/2026), IHSG ditutup turun 7,35 persen atau 659,67 poin ke level 8.320,56 di tengah aksi jual investor asing.
Di tengah kondisi pasar tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (share buyback) dengan nilai maksimal Rp 5 triliun. Rencana tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Pelaksanaan share buyback ini dilakukan dalam rangka turut mendukung stabilitas pasar modal Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham,” ujar EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterbukaan informasi, Rabu (28/1/2026) malam.
BCA menyampaikan pelaksanaan share buyback akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 12 Maret 2026.
“Periode share buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana tersebut oleh RUPST, kecuali diakhiri lebih cepat oleh perseroan dengan tetap memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Hera.
Perseroan menegaskan jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor. Selain itu, pelaksanaan buyback tetap memperhatikan ketentuan permodalan minimum sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Pelaksanaan share buyback ini tidak memiliki dampak material terhadap kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan,” ujar Hera.
Rencana buyback tersebut diumumkan di tengah volatilitas pasar saham domestik yang masih tinggi, seiring tekanan jual di pasar dan pelemahan IHSG sejak awal pekan.
Dian Fath Risalah

3 hours ago
4














































