REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam adopsi aset kripto pada 2025. Di tengah lonjakan transaksi yang mencapai 103 persen secara tahunan, penguatan sistem keamanan, kepatuhan, dan pengawasan risiko menjadi tantangan utama industri kripto nasional.
Data Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 menunjukkan Indonesia juga menjadi pasar aset kripto terbesar keempat di Asia berdasarkan nilai transaksi yang diterima.
Regional Director ASEAN Chainalysis Diederik Van Wersch menilai pertumbuhan industri yang pesat perlu diimbangi dengan sistem kepatuhan dan pengawasan risiko yang lebih kuat.
"Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan sistem kepatuhan dan pemantauan risiko yang semakin mumpuni. Dukungan teknologi AI dan analisis data blockchain memungkinkan potensi risiko teridentifikasi secara real-time sehingga dapat ditangani dengan lebih cepat dan akurat," ungkap Diederik, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Meningkatnya standar pengawasan di industri aset kripto global mendorong pelaku industri memperkuat tata kelola dan perlindungan pengguna. Langkah tersebut dinilai penting seiring semakin terhubungnya ekosistem kripto Indonesia dengan pasar global.
Salah satu upaya dilakukan Indodax melalui kerja sama dengan Chainalysis. Melalui implementasi solusi Chainalysis Crypto Compliance, perusahaan memperkuat pemantauan aktivitas on-chain secara real-time untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi potensi risiko.
CEO Indodax William Sutanto mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk memperkuat standar keamanan dan kepatuhan di tengah kompleksitas industri kripto yang terus meningkat.
"Kolaborasi kami dengan Chainalysis menjadi langkah strategis untuk memastikan Indodax tetap berada di garis depan dalam menerapkan standar keamanan dan kepatuhan di tengah industri kripto yang semakin kompleks," kata William.
William mengatakan, penguatan infrastruktur kepatuhan menjadi fondasi penting bagi terciptanya industri aset kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan.
"Kepercayaan pengguna merupakan fondasi utama dalam industri ini. Kami percaya pertumbuhan industri kripto yang sehat dan berkelanjutan harus dibangun di atas transparansi, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang kuat dalam jangka panjang," lanjut William.
Melalui kerja sama tersebut, Indodax menargetkan peningkatan efisiensi operasional kepatuhan, percepatan investigasi internal, serta penguatan mitigasi terhadap aktivitas mencurigakan di jaringan blockchain.
Diederik mengatakan, penguatan kepatuhan dan pengawasan risiko menjadi syarat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap industri aset digital.
"Kami melihat Indodax menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun fondasi tersebut dan bangga dapat mendukungnya melalui teknologi serta keahlian yang kami miliki untuk membantu menciptakan ekosistem yang lebih aman dan transparan," kata Diederik.
Pemanfaatan teknologi blockchain intelligence yang digunakan berbagai institusi global diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemantauan transaksi sekaligus memperkuat perlindungan pengguna, sejalan dengan perkembangan standar regulasi internasional.

5 hours ago
11
















































