Indonesia Surplus Neraca Dagang 67 Bulan Berturut-turut

2 weeks ago 15

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan data terbaru neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan kondisi surplus. Per November 2025, Indonesia surplus perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar AS. 

“Pada November 2025, neraca perdagangan barang surplus 2,66 miliar dolar AS. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026). 

Perinciannya, nilai ekspor barang Indonesia pada November 2025 tercatat mencapai 22,52 miliar dolar AS, turun 6,60 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Nilai ekspor migas tercatat senilai 0,88 miliar dolar AS, atau turun 32,88 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Nilai ekspor non migas juga turun yakni sebesar 5,09 persen menjadi senilai 21,64 miliar dolar AS. 

Penurunan nilai ekspor pada November 2025 didorong oleh penurunan nilai ekspor non migas, yaitu pada komoditas bahan bakar mineral (HS27) yang turun 18,89 persen dengan andil minus 2,77 persen, lemak dan minyak hewani/nabati (HS15) yang turun 18,81 persen dengan andil  minus 2,12 persen, serta besi dan baja (HS72) turun 17,14 persen dengan andil minus 1,71 persen. 

Sementara itu, nilai impor pada November 2025 tercatat senilai 19,86 miliar dolar AS, naik 0,46 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Nilai impor migas tercatat 2,86 miliar dolar AS, meningkat 11,19 persen secara tahunan. Dan nilai impor non migas senilai 17 miliar dolar AS atau turun 1,15 persen. 

Peningkatan nilai impor pada November 2025 secara tahunan didorong oleh sektor migas dengan andil sebesar 1,46 persen. Menurut penggunaan, pada November 2025, terjadi penurunan impor barang konsumsi dan barang bahan baku/penolong. 

Dengan demikian, ada selisih sebesar 2,66 miliar dolar AS antara nilai ekspor sebesar 22,52 miliar dolar AS dan nilai impor senilai 19,86 miliar dolar AS. Sehingga neraca perdagangan barang Indonesia masih berada pada tren surplus. 

Adapun, sepanjang Januari—November 2025, total nilai ekspor mencapai 256,56 miliar dolar AS, atau naik 5,61 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara itu, sepanjang Januari—November 2025, total nilai impor mencapai 218,02 miliar dolar AS, atau naik 2,03 persen dibandingkan Januari—November 2024.

Read Entire Article
Politics | | | |