Insentif PPN Dorong Penjualan Properti

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen pada 2026 mulai menunjukkan dampak terhadap pasar properti, tercermin dari meningkatnya transaksi hunian di sejumlah kawasan penyangga Jakarta dan koridor industri Jawa Barat. Aktivitas pasar menguat, terlihat dari pertumbuhan jumlah transaksi, meningkatnya kunjungan calon pembeli, serta membaiknya kualitas prospek konsumen, khususnya dari kelompok keluarga muda.

Regional Marketing Director Agung Podomoro Tedi Guswana mengatakan, Parkland Podomoro Karawang menjadi salah satu proyek yang mencatat kenaikan penjualan setelah kebijakan tersebut diterapkan, terutama pada segmen rumah tapak dan ruko. Manajemen menilai insentif fiskal menurunkan hambatan awal kepemilikan rumah sehingga keputusan membeli menjadi lebih terukur secara finansial.

Dampak kebijakan ini juga dirasakan di wilayah sekitar proyek seperti Cikarang, Bekasi, dan Purwakarta. Parkland Podomoro Karawang memanfaatkan momentum tersebut melalui program serah terima unit pada 2026.

“Diproyeksikan 60 unit yang sesuai dengan kriteria program Free PPN DTP akan diserahterimakan tahun ini di klaster Evergreen dan klaster Emory dengan dominasi unit satu lantai dan shophouse La Promenade,” kata Tedi dalam siaran pers, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan catatan internal, peningkatan minat paling terlihat pada konsumen end user usia muda dan produktif serta investor jangka menengah, terutama pada unit Viola yang masuk skema PPN DTP. Manajemen mencatat calon pembeli mulai membahas faktor yang lebih strategis, seperti fasilitas kawasan, potensi kenaikan nilai properti, hingga aspek lingkungan.

“Setelah Free PPN DTP 2026 terealisasi, pola percakapan dengan konsumen berubah. Mereka datang dengan mindset membeli hunian atau ruko di momentum yang tepat, bukan menunggu. Ini indikasi pasar yang semakin matang bahkan pada segmen usia muda dan produktif,” ujar Tedi.

Pada proyek ini, rumah satu lantai yang sebelumnya berada di kisaran Rp1 miliar tercatat turun ke level sekitar Rp900 jutaan setelah insentif pajak diterapkan. Penyesuaian harga tersebut berkontribusi terhadap peningkatan minat, di tengah penyediaan fasilitas kawasan seperti ruang terbuka hijau, area olahraga, dan fasilitas komunal.

Selain faktor harga, percepatan pembangunan kawasan turut memengaruhi keputusan beli. Progres infrastruktur internal, penyediaan fasilitas lingkungan, serta rencana pengembangan area komersial dinilai memberi kepastian tambahan terkait jadwal serah terima unit pada 2026.

Dia mengatakan, lokasi proyek yang berada di koridor industri Karawang juga menjadi pertimbangan konsumen, seiring dukungan akses jalan tol dan rencana integrasi dengan transportasi massal. Kombinasi antara insentif fiskal, lokasi, dan reputasi pengembang membentuk daya tarik tersendiri di tengah persaingan pasar hunian menengah.

Manajemen menilai peningkatan konversi dari kunjungan menjadi transaksi mencerminkan kesiapan fundamental konsumen. Dengan demikian, insentif PPN DTP 2026 tidak hanya berdampak pada penjualan jangka pendek, tetapi juga memperkuat pemulihan sektor properti di kawasan industri Jawa Barat.

Read Entire Article
Politics | | | |