REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Aceh mencatat, sekira 98 persen dari total 737 masjid maupun mushala di Aceh yang terdampak bencana sudah kembali berfungsi meskipun dalam kondisi darurat.
"Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen masjid dan mushala yang terdampak (banjir bandang) kembali berfungsi, tetapi masih dalam kondisi darurat," ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Azhari, di Banda Aceh, Aceh, pada Kamis (5/2/2026).
Ia menyampaikan, berdasarkan data yang dikumpulkan dari seluruh daerah terkena banjir dan longsor, terdapat 737 masjid/mushala yang terdampak musibah tersebut. Sebanyak 725 unit di antaranya sudah berfungsi. Adapun 12 lainnya belum aktif karena mengalami rusak berat atau bahkan hilang tersapu banjir bandang.
"Jadi, sebagian besarnya memang beroperasi secara darurat dengan sumber daya yang ada," kata Azhari.
Adapun 12 masjid/mushala yang belum beroperasi tersebut ialah Mushala Baitul Banian Serbaja di Kabupaten Aceh Timur (hanyut) dan Masjid At Taqarrub Riseh Teungoh Kabupaten Aceh Utara (dibawa arus).
Kemudian, Mushala Nurul Hikmah di Timang Gajah, Mushala Muttaqin, serta Masjid Jamik Mukhlisin di Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah (banjir dan longsor).
Selanjutnya, lima rumah ibadah di Kabupaten Gayo Lues, yakni Mushala Serkil Putri Betung, Mushala Nurul Huda Pantan Cuaca, Masjid Baiturrahim, Masjid Al Ikhlas di Tripe Jaya, serta Masjid Nurul Iman di Putri Betung (hanyut/hilang).
Kemudian, Masjid Al Mabrur Samalanga Kabupaten Bireuen dan Masjid Al Hikmah Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Kedua masjid tersebut roboh dan terbawa arus banjir.
Azhari mengatakan, banyaknya masjid yang sudah berfungsi pasca-dua bulan lebih sejak bencana ini karena semangat gotong royong masyarakat Aceh.
Selain itu, adanya bantuan dari pemerintah serta berbagai pihak lainnya juga turut berperan. Bantuan-bantuan ini ada yang berupa mushaf Alquran, sajadah, alat-alat kebersihan dan lainnya. Begitu pun alat berat yang membantu memindahkan lumpur bekas banjir dari lingkungan masjid.
"Masyarakat bersama-sama melakukan pembersihan, termasuk ASN kita kerahkan, dan banyak pihak lainnya. Bahkan, saat kita bersihkan masjid, ada alat berat mau membantu, kita hanya mengisi BBM nya saja," katanya.
sumber : Antara

2 hours ago
3















































