REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Juru bicara kelompok Houthi di Yaman mengumumkan peluncuran operasi militer ketiganya yang menargetkan wilayah pendudukan Israe pada Kamisl. Serangan kali ini merupakan yang perdana dikoordinasikan dengan kelompok Hizbullah di Lebanon dan militer Iran.
Dalam sebuah pernyataan, Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan YAF melakukan “operasi militer ketiga” dalam Pertempuran Jihad Suci, meluncurkan salvo rudal balistik ke “sasaran sensitif” di wilayah selatan Palestina yang diduduki.
Pernyataan itu menambahkan bahwa operasi tersebut dilakukan “sebagai kelanjutan dari mendukung dan mendukung garis depan Perlawanan” dan sebagai bagian dari “tugas agama, moral, dan kemanusiaan” terhadap pasukan sekutu di Iran, Irak, Lebanon, dan Palestina.
Setidaknya 25 orang terluka di 20 lokasi di Israel menyusul serangan di seantero Israel. Seorang nak laki-laki berusia 10 tahun dan anak perempuan berusia 11 tahun yang terluka di Bnei Brak kini berada dalam kondisi kritis.
Menurut pernyataan itu, serangan itu dilakukan melalui koordinasi dengan Iran dan Hizbullah, menekankan bahwa operasi tersebut “berhasil mencapai tujuannya.”
Pada Selasa pagi, pukul 06.25, komando militer Israel mengatakan bahwa mereka mengidentifikasi serangan rudal dari Yaman, ketika sirene peringatan berbunyi di seluruh Palestina yang diduduki bagian selatan, membentang dari Dimona di gurun al-Naqab hingga pesisir Askalan.
Sejak dini hari, beberapa serangan drone dan roket telah diluncurkan dari Lebanon, dan total empat gelombang serangan rudal balistik dari Iran.
Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan bahwa eskalasi dan serangan Israel yang terus berlanjut di wilayah tersebut, termasuk di Lebanon, Iran, Irak, dan Palestina, akan menghadapi eskalasi lebih lanjut.
Mereka menyatakan bahwa tindakan seperti itu “hanya akan mendorong Yaman menuju eskalasi lebih lanjut,” yang menunjukkan bahwa operasi akan terus berlanjut sampai agresi berhenti dan blokade dicabut.
Sementara the Jerusalem Post melaporkan 16 orang, termasuk beberapa anak-anak, terluka akibat pecahan peluru yang terjadi di Israel tengah setelah Iran meluncurkan munisi tandan pada Rabu pagi.
Otoritas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel melaporkan setidaknya empat lokasi jatuh di seluruh Israel tengah. Salah satu lokasi jatuhnya pesawat berada di dekat cabang Kedutaan Besar AS di Tel Aviv, menurut Channel 12 News Israel.
Peluncuran masing-masing berjarak sekitar setengah jam. Sirene awalnya berbunyi di Israel tengah pada pukul 7.45 pagi.
Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 08.30, sirene terdengar lagi di seluruh Israel tengah dan utara saat Iran kembali meluncurkan tembakan rudal. Tidak ada korban luka yang dilaporkan setelah peluncuran kedua.
Kemudian, tepat setelah pukul 09.00, Iran melancarkan serangan tambahan ke arah Israel tengah dan utara. Rudal tersebut berhasil dicegat, dan rudal tersebut tidak berhasil mencapai wilayah Israel dan tidak memicu sirene roket di wilayah Utara. Kerusakan dilaporkan di Bnei Brak akibat terkena pecahan peluru.
Tepat sebelum pukul 10.00, dua rudal lagi diluncurkan dari Iran menuju Israel tengah dan dicegat. Salah satu rudal tersebut diduga merupakan munisi tandan lainnya.

2 hours ago
3
















































