REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kembali mengumumkan peluncuran gelombang ke-34 dari "Operasi Janji Setia 4" (Operation True Promise 4). Dalam pernyataan resminya, IRGC mengeklaim telah menembakkan rudal-rudal presisi dengan hulu ledak seberat lebih dari satu ton yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel, lapor Al Mayadeen.
Selain serangan ofensif, pihak IRGC melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sebuah rudal jelajah yang diluncurkan oleh AS dan Zionis Israel di Provinsi Markazi, Iran tengah.
Penyergapan drone musuh
Ketegangan meningkat pada Selasa (10/3/2026), setelah pertahanan udara Iran dilaporkan menembak jatuh sejumlah pesawat tak berawak (drone) milik AS dan Israel di berbagai wilayah. Kantor Humas IRGC merinci keberhasilan mereka menjatuhkan tiga unit drone jenis Hermes 900 di wilayah Borujerd (Lorestan), Sirvan (Kermanshah), dan Qom.
Tak hanya itu, sebuah drone jenis Heron TP juga dilaporkan tersungkur di dekat ibu kota Teheran, sementara satu unit lainnya dilumpuhkan di Provinsi Markazi. Tentara Iran menegaskan bahwa unit pesawat tak berawak dan rudal mereka bekerja sangat efektif dalam menghancurkan posisi musuh.
Sebelumnya, pada 9 Maret, militer Iran mengumumkan serangan udara ke infrastruktur energi di wilayah Palestina yang diduduki. Langkah ini ditegaskan sebagai balasan atas serangan Israel terhadap depot minyak dan gas serta kilang-kilang di Iran.
Dalam pernyataan ke-20, militer Iran mengonfirmasi telah menargetkan kilang minyak dan depot bahan bakar di Haifa. "Pertempuran Iran melawan penjahat AS dan Israel, para pembunuh anak-anak, akan terus berlanjut hingga kemenangan akhir keadilan atas kebatilan," tulis pernyataan tersebut.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akrami-Nia, menambahkan bahwa operasi presisi ini telah melumpuhkan sebagian besar kemampuan radar musuh. Menurutnya, serangan ke pangkalan militer Israel di Haifa kini menjadi jauh lebih mudah dilakukan berkat penggunaan teknologi pemandu canggih.
Serangan ke Pangkalan Harir
Di front lain, IRGC mengonfirmasi telah meluncurkan lima rudal ke markas besar AS di Pangkalan Harir, wilayah Kurdistan, Irak. Laporan dari koresponden Al Mayadeen mengindikasikan bahwa pangkalan tersebut mengalami kerusakan berat akibat gelombang serangan drone dan rudal yang bertubi-tubi.
Sejak Senin malam, IRGC telah memulai gelombang ke-33 dengan slogan "Atas Perintahmu, wahai Khamenei." Serangan ini melibatkan rudal bahan bakar padat Khyber Shikan yang menghantam target-target vital, termasuk markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.
Meskipun militer Israel menerapkan sensor ketat terhadap pemberitaan kerusakan, rekaman ledakan yang menembus sistem pertahanan udara Iron Dome mulai beredar luas di media sosial. IRGC menegaskan bahwa sirine peringatan di wilayah pendudukan akan terus berbunyi tanpa henti selama agresi terhadap Iran tidak dihentikan.

3 hours ago
3
















































