Kapal tempur militer Iran mengepung kapal induk tiruan saat latihan perang di Selat Hormuz, Iran selatan, 28 Juli 2020.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran menutup sementara Selat Hormuz selama beberapa jam pada Selasa sebagai bagian dari latihan militer skala besar yang dilakukan oleh pasukan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sementara pesawat-pesawat tempur AS mulai dikerahkan ke wilayah sekitar Iran.
Langkah-langkah ini dilakukan kedua negara berbarengan dengan perundingan yang dilangsungkan di Jenewa, Swiss, terkait program nuklir Iran. Sejauh ini, ancaman perang kedua negara belum sepenuhnya nihil.
Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri mengatakan keputusan untuk menutup jalur laut secara permanen berada di tangan para pemimpin politik senior, namun menegaskan bahwa angkatan bersenjata siap untuk melakukannya “kapan saja” jika diperintahkan.
Televisi Iran menggambarkan manuver tersebut dirancang untuk menguji kesiapan dan meninjau prosedur operasional dalam menanggapi ancaman yang dirasakan. Latihan tersebut menekankan kemampuan respons cepat terhadap rencana musuh.
Jalur perairan strategis ini, yang menjadi jalur transit sebagian besar pasokan energi global, telah lama menjadi pusat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Pengumuman tersebut disampaikan di tengah peningkatan kekuatan militer regional dan saling ancaman antara kedua belah pihak.
Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Aljazirah bahwa latihan sedang dilakukan mengenai berbagai skenario untuk melawan serangan Amerika terhadap Iran, sementara penumpukan militer Amerika di Timur Tengah terus berlanjut.
Pejabat Iran itu menambahkan bahwa penerapan ancaman baru-baru ini yang dibuat oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei terhadap Washington sudah siap secara operasional dan dapat dijangkau.
Kantor berita Iran Mehr mengutip komandan angkatan laut Garda Revolusi yang mengatakan bahwa pasukannya siap menutup Selat Hormuz jika para pemimpin senior Iran memutuskan untuk melakukannya.
Sebaliknya, Axios mengutip data pelacakan penerbangan dan seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa “militer AS telah memindahkan lebih dari 50 pesawat militer, termasuk pesawat tempur siluman F-35 dan F-22 serta pesawat tempur F-16, ke wilayah Timur Tengah dalam beberapa jam terakhir.”
Selain kapal induk USS Abraham Lincoln, Washington memutuskan untuk mengirim kapal induk USS Gerald Ford ke wilayah tersebut, dan ada laporan rencana pengiriman kapal induk ketiga.

3 hours ago
6















































