Kardinal Pierbattista Pizzaballa mengamati terhadap kehancuran di Gaza pada Juni 2024.
REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM — Penjajah Israel kembali mendapat kecaman dunia Katolik setelah melarang pemimpin tertinggi Gereja Katolik di Yerusalem, Patriark Latin Yerusalem Kardinal Pierbattista Pissaballa, untuk memasuki Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre) untuk memimpin misa Minggu Palma, pada Ahad (29/3/2026) pagi.
Aksi kepolisian Israel dilaporkan memicu gelombang kecaman internasional dan kekecewaan mendalam bagi jutaan umat Kristiani di seluruh dunia. Pasalnya, ini merupakan kali pertama dalam berabad-abad sejarah Yerusalem, kepala gereja dilarang merayakan liturgi suci di tempat yang paling dikeramatkan tersebut.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Patriarkat Latin dan Kedutaan Besar Vatikan, Kardinal Pizzaballa bersama Penjaga Tanah Suci (Custos of the Holy Land) Pastor Francesco Ielpo, diadang saat sedang menempuh perjalanan menuju gereja.
Pengadangan ini terjadi meskipun kedua pemimpin gereja tersebut telah mematuhi seluruh batasan keamanan yang ditetapkan sejak awal perang. Mereka bergerak secara privat, tanpa prosesi publik, dan tanpa kerumunan massa guna menghormati aturan larangan berkumpul.
"Keputusan ini sangat tidak masuk akal dan sangat tidak proporsional. Ini adalah penyimpangan ekstrem dari prinsip-prinsip dasar kebebasan beribadah dan penghormatan terhadap Status Quo tempat suci," tulis pernyataan bersama tersebut yang dilansir dari Vaticannews.
Israe melarang umat Kristen ke Gereja Makam Kudus

5 hours ago
7
















































