Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menggelar Festival Dulag atau Festival Bedug di depan Gedung Sate Bandung, Jumat malam, guna menghidupkan kembali tradisi di malam takbiran menjelang hari raya Idul Fitri yang sudah mulai pudar, sekaligus menciptakan kekondusifan pada momentum Lebaran 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ditemui di Gedung Sate Bandung mengungkapkan festival yang kembali dihadirkan untuk kali kedua di era kepemimpinannya itu untuk menghidupkan tradisi menabuh bedug yang saat ini sulit ditemukan bahkan di desa.
"Ini tahun kedua, pertama di Gedung Pakuan saat ini di Gedung Sate yang tujuannya menghidupkan tradisi karena jangankan di kota, di desa saja sudah hampir enggak ada dan masjid sudah banyak tak punya bedug," kata Dedi di Badung, Jumat malam.
Selain itu, lanjut Dedi, Festival Bedug ini tujuannya untuk menciptakan kekondusifan suasana malam takbir agar bisa dilaksanakan dengan tertib.
"Jadi tidak dalam bentuk kegiatan takbiran, keliling, menimbulkan kemacetan, kadang melahirkan konflik ya, jadi kita hadirkan hiburan tradisi ini," ucapnya.
Suasana Festival Dulag 2026 pada malam takbiran di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, berlangsung sangat meriah pada Jumat ini.
Ribuan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, memadati lokasi untuk menikmati suara dentuman bedug yang saling bersahut-sahutan. Kemeriahan ini semakin lengkap dengan gema takbir yang terus berkumandang mengiringi keriuhan warga yang hadir.
Para peserta Festival Dulag yang berasal dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar, tampil totalitas dengan menghias bedug serta lapak mereka menggunakan berbagai ornamen indah agar terlihat menarik di mata penonton.
Tak sedikit pengunjung yang memanfaatkan momen ini untuk ber-swafoto dan mengabadikan kemeriahan malam takbiran tersebut.
Dedi Mulyadi juga tampak berkeliling di sela acara untuk melihat langsung aksi para penggebuk bedug di festival tersebut.
Salah satu pengunjung Firman (39), mengaku sengaja memboyong anak dan istrinya ke Gedung Sate untuk melihat kemeriahan acara.
"Ini hiburan bagi keluarga karena tradisi seperti ini sudah jarang," ucap Firman yang berharap acara serupa digelar lagi tahun depan.
sumber : antara

3 hours ago
5
















































