Jagung Jadi Simbol Penghidupan Baru Bagi Petani di Bandung Barat

8 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Tanaman jagung menghampar di Desa Kanangasari, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Hamparan jagung hibdrida yang ditanam di lahan mati menjadi sumber penghidupan baru bagi petani di wilayah tersebut.

Di antaranya Ita Sumitra (60) yang sudah puluhan tahun menjadi petani. Penghasilannya tak menentu, seringkali hanya cukup untuk makan hari itu. Namun, empat bulan terakhir, garis hidupnya berubah. Lahan-lahan tidur yang dulunya hanya ditumbuhi tanaman keras yang tak produktif, kini disulap menjadi ladang jagung yang subur berkat inisiasi dari Polres Cimahi.

"Sebelumnya ya kerja serabutan, apa saja yang penting halal. Jadi sebelum ikut bertani, kami diberi pelatihan dulu. Menanam jagung seperti ini jujur baru pertama kali bagi saya," tutur Ita, Kamis (11/6/2026).

Ita tidak sendirian. Ia satu dari sekian banyak warga lokal yang kini menggantungkan asa pada program ketahanan pangan nasional ini. Di balik jutaan batang jagung yang mulai menguning, ada keringat dan impian petani yang ingin memperbaiki taraf ekonomi keluarga. "Alhamdulillah panen. Tentunya senang dilibatkan untuk bertani jagung di sini," ucap dia.

Ketua RW 08 Desa Kanangasari, Entin Suhartini mengatakan, total ada sekitar 50 orang warganya yang ikut terjun menanam jagung. Selain mendapatkan upah, para petani juga mendapatkan bantuan beras. "Alhamdulillah program ketahanan pangan ini membuka lapangan kerja bagi petani di sini. Jadi selain upah, juga ada dikasih beras 5 kilogram," kata dia.

Untuk memastikan keringat petani terbayar adil, Polres Cimahi juga menjembatani hasil panen mereka agar langsung diserap Bulog. Hingga Juni 2026, kerja keras para petani di atas lahan seluas 334,50 hektare telah menghasilkan 377,5 ton jagung. Sebanyak 165 ton di antaranya sudah resmi diserap Bulog karena memenuhi standar kualitas yang tinggi.

Tak hanya itu, modernisasi pertanian juga dikenalkan kepada warga. Para petani difasilitasi dengan bantuan traktor bajak, pupuk NPK, hingga bibit unggul hibrida agar kerja mereka di ladang menjadi lebih ringan dan hasil yang didapat bisa berlipat ganda.

"Polri hadir berkontribusi langsung pada program strategis pemerintah. Namun yang terpenting, lewat panen raya ini, kita ingin ekonomi petani bergerak naik. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan mereka," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra.

Dari target ambisius lahan seluas 1.700 hektare dengan bidikan 2.500 ton produksi, program ini perlahan tapi pasti membuktikan satu hal, ketika lahan tidur dibangunkan dan masyarakat kecil diberdayakan, ketahanan pangan bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah realitas yang menghidupi.

Read Entire Article
Politics | | | |