Jamin Kebutuhan Stok Korban Longsor di Cisarua, Kemensos Salurkan Rp 1 Miliar

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengunjungi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat yang masih bertahan di pengungsian, Jumat (6/2/2026).

Mewakili Kementerian Sosial (Kemensos), ia memberikan santunan kepada korban meninggal akibat longsor.

Bantuan diberikan kepada 21 ahli waris korban meninggal dunia di Desa Pasirlangu dan dua korban longsor di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang yang masing-masih menerima Rp 15 juta. Selain itu, bantuan diberikan untuk penanganan bencana.

"Nilai santunan dan buffer stock sebesar sekitar Rp 1 miliar, itu baru untuk santunan dan buffer stock, belum termasuk dapur umum. Jadi nilainya bisa sampai Rp 2 miliar untuk intervensi dan bantuan adaptif di Kecamatan Cisarua ini," kata Agus kepada wartawan.

Dia mengatakan, santunan dari Kemensos ini baru disalurkan untuk tahap pertama kepada ahli waris korban. Sedangkan untuk tahap berikutnya akan diserahkan setelah pihaknya menerima data ahli waris dari Posko Bencana Desa Pasirlangu.

"Karena belum semua, santunan untuk ahli waris korban meninggal ini akan kita bagi menjadi dua tahap. Untuk tahap pertama ini sebanyak 23, sisanya nanti untuk tahap selanjutnya setelah diusulkan Bapak Sekda (Ade Zakir)," ujar Agus.

Selain itu, dirinya menjamin seluruh kebutuhan dasar warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu. Mulai dari kebutuhan pangan, tempat tinggal sementara, hingga kondisi psikologis anak-anak menjadi perhatian utama.

"Kita ingin memastikan, pengungsi yang terdampak bencana longsor kemarin, tanggal 24 Januari, semua kebutuhan daruratnya terpenuhi," uacp Agus.

Ia menuturkan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi pengungsian relatif baik. Anak-anak yang ditemui juga berada dalam kondisi stabil dan tidak mengalami tekanan psikologis.

"Alhamdulillah tadi sudah kita cek, semuanya baik. Kemudian anak-anak yang tadi kita kunjungi juga dalam kondisi stabil, tidak tertekan, dan mereka juga bahagia," kata Agus.

Agus menegaskan, setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah daerah melakukan evaluasi dan asesmen untuk masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Jika kemampuan daerah terbatas, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat turun tangan.

"Kalau kemudian di Pemkab sendiri ternyata anggarannya dan infrastrukturnya tidak cukup, tentunya akan dinaikkan ke provinsi. Demikian juga kalau di provinsi masih ada masalah, tentunya nanti pemerintah pusat yang akan ikut terlibat," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, mengingat curah hujan masih tinggi hingga April.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus waspada, karena potensi bencana disebabkan curah hujan cukup tinggi antara bulan Desember sampai bulan April," kata dia. 

Read Entire Article
Politics | | | |