REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Jakarta Halal Expo and Conference (JHEC) 2026 mempertemukan lebih dari 30 pelaku usaha halal Indonesia dengan lebih dari 14 buyer dan investor dari lebih dari 15 negara melalui skema business matching business-to-business (B2B). Penyelenggaraan ketiga ini berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, mengusung tema "Indonesia’s Premier Platform for Global Halal Trade, Partnership, and Innovation".
JHEC digelar oleh Lima Events dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) sebagai host, berkolaborasi dengan Muslim LifeFest. Berbeda dari pameran halal pada umumnya, JHEC tidak dirancang sebagai ruang pamer produk, melainkan sebagai forum negosiasi dagang antarpelaku usaha.
Bendahara Umum KPMI Teuku Fadhil Aruna menjelaskan pembagian peran kedua event tersebut. "Kalau Muslim LifeFest skemanya B2C atau business to customer. Tapi kalau di JHEC, Jakarta Halal Expo and Conference, adalah program B2B, di mana di sini mempertemukan antara pengusaha-pengusaha dari luar negeri dengan pengusaha yang ada di Indonesia," ujar Fadhil.
Instrumen utama JHEC adalah business matching. Pertemuan tidak dilakukan secara umum, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pihak. Pelaku usaha dari luar negeri dapat mencari mitra distribusi di Indonesia, sementara pengusaha dalam negeri menjajaki peluang membawa produknya ke pasar ekspor.
"Kita melakukan business matching di sini, menyesuaikan dengan produk-produk yang ada, produk yang mereka butuhkan. Indonesia butuh apa, mereka butuh apa — KPMI melakukan wadah itu dalam bentuk business matching di Jakarta Halal Expo and Conference," terang Fadhil.
Skema tersebut sekaligus menjadi upaya memberikan leverage bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Pengusaha yang selama ini hanya bermain di pasar lokal memperoleh kesempatan meningkatkan skala bisnis melalui jaringan yang dibangun di JHEC.
"Banyak UMKM kita produknya sudah bagus, tapi jaringannya berhenti di pasar lokal. Lewat business matching ini, mereka duduk langsung dengan buyer dan distributor luar negeri. Itu yang selama ini menjadi jarak, dan itu yang ingin KPMI jembatani," kata Fadhil.
JHEC 2026 menaungi tujuh sektor industri, yakni food and beverages, health and pharmaceuticals, beauty and personal care, fashion and garments, halal tourism, business solutions, serta sharia-compliant finance. Keragaman sektor ini menunjukkan ekosistem halal telah berkembang jauh melampaui produk makanan dan minuman.
Rangkaian programnya mencakup exhibition, business matching, product demo, Halalpreneur Pitchfest, dan conference — mulai dari memperkenalkan produk dan inovasi, mempertemukan calon mitra, hingga membuka ruang diskusi mengenai perkembangan industri halal.

4 hours ago
16

















































