REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menanggapi dilaporkannya eks ketua DPW PPP Jawa Tengah (Jateng) Masruhan Samsurie terkait dugaan penggelapan dana saksi pada Pemilu 2024. Pihak yang melaporkan Masruhan ke polisi adalah Ketua DPC PPP Sukoharjo Dableg Siswo Sunarto.
"Saya berharap ini nanti bisa diselesaikan secara internal ya, kekeluargaan, tidak sampai masuk ke wilayah hukum," kata Mardiono ketika ditanya perihal pelaporan terhadap Masruhan seusai menghadiri Muswil IX DPW PPP Jateng di Hotel Patra Semarang, Sabtu (7/2/2026).
Dia menilai, kasus pelaporan terhadap Masruhan bisa disebabkan karena kurangnya komunikasi dan keterbukaan. "Inilah pentingnya kita terus menjalin silaturahmi, berkomunikasi, supaya kalau ada hal-hal yang ini kemudian ada tabayun," ujarnya.
Mardiono memastikan DPP PPP akan berupaya memediasi para pihak terkait dalam pelaporan Masruhan. Ketika ditanya soal apakah bakal ada sanksi jika Masruhan terbukti menggelapkan dana saksi pada Pemilu 2024, Mardiono enggan berspekulasi.
"Ya itu akhir (urusan sanksi). Tapi kita lakukan tabayun dulu, dan itu sebenarnya kan untuk konsumsi internal ya, di wilayah yang sangat privasi sebenarnya," ucap Mardiono.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal PPP Taj Yasin mengaku telah mengetahui soal dilaporkannya Masruhan Samsurie ke kepolisian oleh DPC PPP Sukoharjo karena dituding menggelapkan dana saksi pada Pemilu 2024. Yasin mengimbau para kader partainya agar tak terpecah karena PPP sangat membutuhkan suara pada Pemilu 2029.
"Kita taati kalau aturannya itu berkaitan dengan hukum, kita taati. Yang jelas bahwa ini kita lagi dalam tahap pembenahan internal," kata Yasin ketika ditanya soal pelaporan terhadap Masruhan Samsurie seusai menghadiri Masa Musrenbang Provinsi Jateng 2026 yang digelar di Gedung Gradhika, Kota Semarang, Jumat (6/2/2026).
Kendati demikian, Yasin, yang saat ini turut menjabat Wakil Gubernur Jateng, mengingatkan para kader partainya bahwa PPP membutuhkan suara pada Pemilu 2029. "Makanya ini saya mengharap kepada DPP untuk mengkanalisasi, jangan memecah-mecah, kita butuh suara untuk 2029. Cukup kita selesaikan di internal, di pusat, tidak usah kita libatkan pengurus atau kader di bawah," ucap Yasin.
Dia menambahkan, soal dugaan penggelapan dana saksi Pemilu 2024 yang dilakukan Masruhan Samsurie, DPP PPP membuka peluang melakukan investigasi internal. "Itu kan (dugaan penggelapan) tahun 2024 ya. Saya belum jadi sekretaris. Tapi saya akan mengawal itu semua, kita taati aturan laporannya bagaimana, tanggapannya bagaimana," kata Yasin.

2 hours ago
3















































