REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp32,24 miliar sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat dibandingkan realisasi penyaluran pada 2024 yang tercatat Rp19,3 miliar.
Executive Vice President of Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia (Persero)Wisnu Pramudyo mengatakan,
peningkatan penyaluran TJSL mencerminkan perluasan cakupan program yang difokuskan pada kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. “Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Wisnu dalam siaran pers dikutip pada Ahad (18/1/2026).
Menurut Wisnu, penyaluran TJSL sepanjang 2025 diarahkan pada program yang berbasis kebutuhan lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan kontribusi sosial perusahaan selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Pada 2025, TJSL KAI disalurkan melalui tiga program utama, yakni Pengembangan dan Pembinaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Pengembangan Lingkungan, serta Community Relations. Ketiga program tersebut bertujuan mendukung penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sosial, dan relasi perusahaan dengan masyarakat.
Dalam program pembinaan UMK, KAI menjalankan payung program MiKA (Mitra KAI). Wisnu menjelaskan, pendampingan diawali melalui MiKA Certified yang membantu pemenuhan sertifikasi usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, sertifikat halal, BPOM, hingga hak kekayaan intelektual.
Tahap berikutnya dilakukan melalui MiKA Next Class yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha, antara lain manajemen keuangan, pemasaran digital, dan pengelolaan sumber daya manusia. Produk mitra binaan juga difasilitasi akses pasarnya melalui MiKA Exhibition dan MiKA Creative Space di area publik dan kegiatan pameran.
Bagi mitra yang telah mencapai kualifikasi tertentu, KAI menyediakan program MiKA Go Global untuk mendukung perluasan pasar ke tingkat internasional. Program ini dikaitkan dengan upaya mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, program pengembangan lingkungan mencakup penyaluran bantuan hibah di berbagai sektor, antara lain penanganan bencana, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan sarana ibadah. Program Community Relations difokuskan pada kegiatan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api dan aksi sosial di masyarakat.
Wisnu mengatakan, seluruh program TJSL tersebut diharapkan memberi dampak sosial yang terukur dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat di sekitar jalur dan wilayah operasional KAI.

2 days ago
9










































