Kasus Nyeri Punggung Meningkat pada Usia Produktif

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perubahan pola kerja pascapandemi Covid-19 disebut memicu peningkatan kasus nyeri punggung bawah (low back pain/LBP) pada kelompok usia produktif 20-40 tahun. Data dari Low Back Pain Collaborators yang dipublikasikan di The Lancet pada 2023 menunjukkan LBP telah memengaruhi 619 juta orang di seluruh dunia, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 843 juta kasus pada 2050.

Dokter spesialis neurologi, dr Yoga Rossi Widya Utama, mengatakan rendahnya intensitas olahraga dan kebiasaan pola olahraga yang tidak tepat menjadi penyebab utama nyeri punggung bawah. "Nyeri punggung ini disebabkan oleh posisi tubuh yang sama terus menerus, seperti duduk atau berdiri terus menerus. Apalagi ketika tubuh tidak banyak bergerak, terutama karena kurang olahraga," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).

Menurut dr Yoga, kasus nyeri punggung bawah meningkat pada kelompok usia 20-40 tahun karena perubahan pola kerja. Padatnya aktivitas di dalam ruangan, termasuk pertemuan daring, membuat gaya hidup sedentari semakin umum.

"Akibatnya, otot, sendi, dan tulang punggung bawah rawan mengalami nyeri," kata dia.

Selain kurang bergerak, faktor lain yang memicu LBP antara lain postur tubuh yang buruk, gerakan berulang, dan aktivitas berat dengan teknik yang salah, terutama jika dilakukan dalam waktu lama. Nyeri punggung bawah dapat menyerang otot, sendi, atau tulang, tergantung bagian tubuh yang paling sering digunakan, meski umumnya otot punggung bawah lebih sering terkena akibat kebiasaan duduk lama.

Untuk mencegah nyeri punggung bawah, dr Yoga menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti menjaga postur tubuh, melakukan peregangan, dan menggunakan kursi serta meja ergonomis yang mendukung lekuk alami tulang belakang. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, latihan otot ringan, dan berenang juga dianjurkan, dilakukan secara rutin dan dengan teknik yang tepat.

"Selain itu, tidur nyenyak yang cukup dan asupan makanan juga perlu diperhatikan sebagai fondasi dasar untuk membangun kesehatan tubuh," kata dia.

Gejala nyeri punggung bawah biasanya berupa rasa nyeri tumpul atau tajam di area punggung bawah, kesulitan berdiri tegak atau duduk lama, hingga nyeri yang menjalar ke kaki. Jika mengalami gejala tersebut, langkah awal yang dianjurkan adalah istirahat cukup dan mengompres punggung dengan air hangat atau dingin.

"Istirahat berlebihan justru bisa memperparah gejala, terutama jika kasur tidak mendukung lekuk alami tulang belakang. Bila gejala tidak membaik, pasien bisa mengonsumsi obat pereda nyeri atau melakukan fisioterapi berdasarkan konsultasi dengan dokter," kata dr Yoga. 

Read Entire Article
Politics | | | |