REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dalam sebuah hadits disebutkan, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَن خافَ أَدْلَجَ، وَمَن أَدْلَجَ بَلَغَ الْمَنْزِلَ. أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ غَالِيَةٌ، أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ الْجَنَّةُ
“Barangsiapa takut, maka ia akan berangkat di malam hari. Dan siapa yang berangkat di malam hari, niscaya akan sampai di tujuan. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga.” (HR. Tirmidzi).
Menurut Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam Terapi Penyakit Hati, maksud hadits di atas adalah orang yang mengharapkan surga Allah haruslah melalui perjuangan seperti orang yang berjalan di waktu malam untuk sampai ke rumah. Allah menjadikan harapan itu untuk orang-orang yang beramal shaleh.
Allah juga menjadikan rasa khawatir pada mereka. Sehingga, mereka mengetahui bahwa harapan dan rasa khawatir yang berguna adalah yang berhubungan dengan amal.
Allah berfirman:
اِنَّ الَّذِيۡنَ هُمۡ مِّنۡ خَشۡيَةِ رَبِّهِمۡ مُّشۡفِقُوۡنَۙ
وَالَّذِيۡنَ هُمۡ بِاٰيٰتِ رَبِّهِمۡ يُؤۡمِنُوۡنَۙ
وَالَّذِيۡنَ هُمۡ بِرَبِّهِمۡ لَا يُشۡرِكُوۡنَۙ
وَالَّذِيۡنَ يُؤۡتُوۡنَ مَاۤ اٰتَوْا وَّ قُلُوۡبُهُمۡ وَجِلَةٌ اَنَّهُمۡ اِلٰى رَبِّهِمۡ رٰجِعُوۡنَ ۙ
اُولٰٓٮِٕكَ يُسَارِعُوۡنَ فِىۡ الۡخَيۡـرٰتِ وَهُمۡ لَهَا سٰبِقُوۡنَ
Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati. Dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya, dan mereka tidak mempersekutukan Tuhannya,
dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya. Mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.
Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam jami'-nya, sebuah hadits yang bersumber dari Aisyah RA. Ia berkata, aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat tersebut. "Apakah mereka itu orang yang meminum khamr, zina, dan mencuri?"
Nabi menjawab, "Bukan, wahai putri Ash Shiddiq. Mereka adalah orang yang berpuasa, sholat, dan bersedekah, namun mereka khawatir kalau-kalau amal yang mereka lakukan tidak diterima oleh Allah. Mereka itulah sebenarnya orang-orang yang berlomba dalam berbuat amal kebajikan."
Ibnu Qayyim menjelaskan, orang-orang berbahagia dengan ihsan (kebaikan) dan khauf (kekhawatiran). Sebaliknya, Allah justru memberi sifat orang-orang yang jahat dengan keburukan dan rasa aman. Maksudnya, orang yang beramal kebaikan itu pasti bahagia, namun mereka tetap merasa khawatir. Sedangkan orang yang berbuat kejahatan pasti hina, tapi ia merasa aman.

1 month ago
33














































