REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Komandan Kodim 0705/Magelang Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Afrizal Rakhman mengungkapkan, Sertu Muhammad Nur Ichwan, prajurit TNI yang gugur di Lebanon, akan dimakamkan secara militer. Persiapan prosesi pemakaman militer ditangani Kodim 0705/Magelang.
"Kodim fokusnya ke pengurusan jenazah untuk proses pemakaman militer. Kodim sudah merencanakan proses pemakaman militer," kata Afrizal ketika diwawancara soal rencana pemakaman Sertu Ichwan, Kamis (2/4/2026).
Dia menambahkan, keluarga Ichwan yang tinggal di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, berencana memakamkan Ichwan di tempat pemakaman umum (TPU) di daerah Mungkid. "Tapi ini masih bisa berubah, bisa juga nanti di TMP (taman makam pahlawan)," ujar Afrizal.
Menurut Afrizal, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian kepulangan jenazah Sertu Ichwan. Namun dia mengaku tak dapat menyampaikan detail soal proses pemulangan jenazah almarmhum karena bukan wewenangnya.
Afrizal mengungkapkan, dia bersama Bupati Magelang, Wakil Bupati Magelang, dan Ketua DPRD Kabupaten Magelang, telah mengunjungi rumah duka Sertu Ichwan pada Selasa (31/3/2026). Mereka bertemu dengan istri dan keluarga besar almarhum. "Kami sampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga," kata Afrizal.
Sertu Ichwan gugur di Lebanon pada Senin (30/3/2026). Menurut Kapuspen Mabes TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Aulia Dwi Nasrullah, Sertu Ichwan gugur ketika Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR), melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon," kata Mayjen Aulia dalam keterangannya pada Senin lalu.
Menurut Aulia, saat ini UNIFIL tengah menyelidiki peristiwa tersebut. "TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon," ujarnya.

2 hours ago
4
















































