Kembali Bunuh Anak-Anak, AS Disebut Setan oleh Ketua Parlemen Iran

3 hours ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Iran menyatakan bahwa empat personel militer gugur dalam serangan AS di provinsi Kermanshah, wilayah barat negara itu, pada malam hari. Sebelumnya, pihak berwenang menyebutkan bahwa setidaknya lima warga sipil juga tewas dalam sebuah serangan AS saat berlangsungnya acara pernikahan di wilayah selatan.

"Empat anggota Pasukan Dirgantara IRGC di provinsi Kermanshah gugur dalam serangan oleh rezim AS," demikian bunyi pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Fars, Rabu.

Dalam serangan AS terhadap sebuah acara pernikahan di wilayah Sirik, Iran selatan, di antara para korban tewas terdapat dua orang anak.

Pemerintah Provinsi Hormozgan mengumumkan nama-nama keempat korban tewas dalam serangan pada Selasa malam tersebut: Amir Ali Karimi (4 tahun), Mohammed Mollahi (16 tahun), Kolsoom Mollahi Najhandania (43 tahun), dan Zarkhatoon Taheri (50 tahun).

Tiga anggota paramiliter Basij gugur dalam serangan AS di Pulau Lavan, Iran, menurut kantor berita Iran, Mehr. Setidaknya 18 personel militer dan warga sipil tewas dalam serangan yang terjadi semalam tersebut.

Basij adalah unit sukarelawan yang berada di bawah komando Korps Garda Revolusi Islam dan merekrut warga sipil. Milisi ini dikenal memiliki ideologi yang kuat dan anggotanya sering kali terdiri dari pria muda dari kalangan kelas pekerja. Kekuatan personelnya diperkirakan mencapai 450.000 orang.

Pasukan Basij sering dikerahkan di garis depan saat terjadi unjuk rasa dan telah memainkan peran besar dalam meredam gerakan perlawanan terhadap pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengecam keras Amerika Serikat karena membunuh anak-anak di Iran dan menyebut pasukan negara itu sebagai "Setan".

Dalam sebuah pernyataan di platform X, ia mengatakan, "Jika suatu kekuatan bertindak layaknya Setan, memilih target layaknya Setan, dan membunuh layaknya Setan, maka kekuatan itu adalah Setan."

Ia menyoroti insiden pembunuhan di sebuah sekolah dasar di Minab, yang menewaskan lebih dari 150 orang—sebagian besar adalah anak-anak. Ia juga menyebutkan serangan terhadap sebuah rumah saat perayaan pernikahan di Sirik, yang menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) mendesak dilakukannya tindakan hukum menyusul serangan rudal AS tadi malam terhadap sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Hormozgan.

"Mengingat status lokasi tersebut sebagai tempat penyelenggaraan pesta pernikahan keluarga—sebagaimana dilaporkan—serta keberadaan warga sipil di lokasi kejadian, insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius berdasarkan hukum humaniter internasional dan menuntut dilakukannya penyelidikan yang independen, imparsial, menyeluruh, dan efektif," demikian pernyataan IRCS.

"Melancarkan serangan secara sengaja dengan kesadaran bahwa serangan tersebut akan menyebabkan hilangnya nyawa atau cederanya warga sipil secara insidental—yang jelas-jelas berlebihan dibandingkan dengan keuntungan militer konkret dan langsung yang diharapkan—dapat menimbulkan pertanggungjawaban pidana individu berdasarkan hukum pidana internasional, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan unsur-unsur yang ditetapkan dalam Statuta Roma," bunyi pernyataan tersebut.

Organisasi itu menambahkan bahwa serangan yang menewaskan empat orang dan melukai 67 orang tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Read Entire Article
Politics | | | |