Kewalahan Hadapi Imbas Perang, AS Cabut Sanksi 140 Juta Barel Minyak Iran

11 hours ago 7

Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, 23 Desember 2011 (diterbitkan ulang 20 Maret 2026). 70% pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Amerika Serikat mulai kewalahan untuk mengendalikan harga minyak dunia menyusul aksi barbar negeri Paman Sam itu terhadap Iran. Alih-alih menjatuhkan lebih dalam sanksi ke Teheran, AS justru mencabut sanksi 140 juta barel minyak negeri Mullah itu untuk menurunkan harga minyak. 

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan bahwa pencabutan sanksi tersebut akan membawa sekitar 140 juta barel minyak ke pasar global dan membantu mengurangi tekanan pada pasokan energi.

Dilansir the Guardian, langkah AS ini mencerminkan kekhawatiran Gedung Putih bahwa harga minyak yang melonjak – naik sekitar 50% menjadi lebih dari $100 per barel, tertinggi sejak 2022 – akan merugikan bisnis dan konsumen AS menjelang pemilihan paruh waktu November. Partai Republik berharap untuk mempertahankan kendali Kongres dari tekanan Demokrat. 

Namun, usulan Bessent tentang pencabutan sanksi menimbulkan kekhawatiran bahwa hal itu justru dapat menguntungkan upaya perang Iran. Teheran dapat membangun kembali kekuatan militernya untuk menghadapi agresi Paman Sam dan Zionis Israel. 

“Dengan membuka sementara pasokan yang ada ini untuk dunia, Amerika Serikat akan dengan cepat membawa sekitar 140 juta barel minyak ke pasar global, memperluas jumlah energi di seluruh dunia dan membantu mengurangi tekanan sementara pada pasokan yang disebabkan oleh Iran,” kata Bessent dalam sebuah pernyataan di X.

“Pada intinya, kita akan menggunakan barel minyak Iran untuk melawan Teheran guna menjaga harga tetap rendah saat kita melanjutkan Operasi Epic Fury.”

Ini adalah ketiga kalinya AS mencabut sanksi sementara dalam waktu sekitar dua minggu.

Sebelumnya, AS telah melonggarkan sanksi terhadap minyak Rusia, dan pada hari Jumat dan mengeluarkan izin umum yang mengizinkan penjualan minyak mentah dan produk minyak bumi Iran yang dimuat di kapal mulai Jumat hingga 19 April. 

Read Entire Article
Politics | | | |