Komnas HAM Sebut Ibu Hamil Tewas Imbas Kontak Tembak TNI Vs OPM

1 week ago 24

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komnas HAM melaporkan kejadian mengenaskan dalam peristiwa kontak senjata antara TNI versus kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah pekan lalu. Dalam laporan yang diterbitkan pada Ahad (5/7/2026), Komnas HAM mengungkap Meliana Duwitau, meninggal bersama kandungannya lantaran terkena peluru dalam kontak tembak tersebut.

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menerangkan, dari pelaporan, pemantauan, dan pengecekan di lapangan, peristiwa kontak tembak terjadi antara TNI dan TPNPB-OPM pada Kamis (2/7/2026) malam WIT. Peristiwa itu berlangsung di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

"Dalam insiden tersebut, seorang perempuan bersama Melkiana Duwitau yang tengah mengandung berusia tujuh sampai delapan bulan, meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya akibat terkena peluru saat berada di dalam rumahnya sendiri," kata Anis di Jakarta, Ahad.

Menurut dia, Meliana Duwitau merupakan warga sipil yang menjadi korban lanjutan dari eskalasi dan kekerasan tak pernah berhenti di Papua. Anis mengatakan, peristiwa tersebut merupakan bagian dari rangkaian kekerasan yang kembali meninggi di sejumlah wilayah Papua baru-baru ini.

Dalam catatan Komnas HAM, sepekan belakangan sejumlah insiden kekerasan lain yang melibatkan Koops TNI Habema dengan kelompok bersenjata TPNPB-OPM kembali terulang. "Termasuk di antaranya yang tewas adalah seorang pendeta, dan seorang pilot pesawat perintis berkewarganegeraan asing," kata Anis.

Komnas HAM juga mencatat dalam rangkaian peristiwa kekerasan itu juga menewaskan prajurit TNI dan anggota dari kelompok bersenjata OPM. "Pihak TNI menyatakan tembakan yang mengenai korban-korban tersebut berasal dari kelompok bersenjata. Namun proses verifikasi independen atas klaim tersebut belum tersedia bagi publik," ucap Anis.

Terkait dengan peristiwa yang menewaskan pilot warga Amerika Serikat (AS), menurut Anies, Komnas HAM menerima informasi kejadian tersebut berawal dari penyerangan OPM yerhadap maskapai PT Associated Mission Aviation (AMA). Penyerangan berlagsung di Bandara Perintis Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan pada Kamis (2/7/2026).

Dalam penyerangan itu, kelompok bersenjata membakar pesawat penumpang sipil AMA. "Penyerangan dan pembakaran terhadap maskapai penerbangan sipil tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM Yahukimo yang dipimpin oleh Elkius Kobak," jelas Anis.

Read Entire Article
Politics | | | |