Pemain Spanyol Lamine Yamal (kanan) seusai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas, AS, Selasa (7/7/2026). Spanyol mengalahkan Portugal dengan skor 1-0.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Prancis menghadapi tantangan terbesar mereka di Piala Dunia 2026 ketika berjumpa Spanyol pada semifinal di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 dini hari WIB. Pertemuan dua raksasa Eropa ini diprediksi menjadi pertandingan dengan kualitas tertinggi di turnamen karena mempertemukan dua tim yang tampil paling konsisten sejak fase grup.
Prancis memastikan tempat di semifinal setelah menundukkan Maroko 2-0, sedangkan Spanyol melaju usai mengalahkan Belgia 2-1. Pemenang laga ini akan menghadapi Inggris atau Argentina di partai final.
Bagi Les Bleus, pertandingan ini lebih dari sekadar perebutan tiket final. Tim asuhan Didier Deschamps membawa misi membalas dua kekalahan beruntun dari La Roja sekaligus menjaga peluang mencatat sejarah sebagai negara ketiga yang mampu mencapai tiga final Piala Dunia secara beruntun setelah Brasil dan Jerman.
Prancis masih menyimpan luka dari semifinal Piala Eropa 2024 ketika takluk 1-2 meski sempat unggul lebih dulu. Setahun kemudian mereka kembali dipaksa menyerah 4-5 pada semifinal UEFA Nations League 2025 dalam pertandingan yang berlangsung dramatis.
Dua kekalahan itu menjadi titik balik Deschamps melakukan regenerasi besar-besaran. Era Antoine Griezmann, Olivier Giroud, Benjamin Pavard, dan Kingsley Coman perlahan berakhir, digantikan generasi baru seperti Desire Doue, Michael Olise, serta Manu Kone.
Tak hanya merombak komposisi pemain, Deschamps juga mengubah pendekatan taktik. Formasi 4-3-3 yang identik dengan Prancis bergeser menjadi 4-2-3-1 yang lebih fleksibel dan agresif sehingga memberi ruang lebih besar bagi kreativitas para pemain depan.
Perubahan tersebut membuat permainan Les Bleus semakin matang sepanjang Piala Dunia 2026. Kombinasi Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue, dan Kylian Mbappe menghadirkan ancaman konstan bagi lawan, sementara lini belakang tampil disiplin dengan hanya sekali kebobolan dalam lima pertandingan terakhir.
Prancis juga menunjukkan kedewasaan permainan saat menyingkirkan Paraguay pada babak 16 besar dan Maroko di perempat final. Mereka tidak terburu-buru menyerang, tetapi mampu meningkatkan intensitas pada babak kedua untuk mengunci kemenangan.
sumber : Antara

8 hours ago
14

















































