epa07881698 (FILE) - US President Donald J. Trump (L) shakes hands with Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (R), Deputy Crown Prince and Minister of Defense of the Kingdom of Saudi Arabia, before a lunch in the State Dining Room of the White House in Washington, DC, USA, 14 March 2017 (issued 30 September 2019). In an exclusive interview with US television network CBS on 29 September 2019, Mohammed bin Salman warned the international community of the threat posed by Iran to the global oil trade. Iran has been accused by Saudi Arabia and the US of attacking two oilfields in eastern Saudi Arabia last month, allegations that Tehran have denied. EPA-EFE/MICHAEL REYNOLDS
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pangeran Saudi Muhammad bin Salman alias MBS dilaporkan mendorong Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan perang melawan Iran. Alasannya, kampanye militer AS-Israel menghadirkan “peluang bersejarah” untuk membentuk kembali Timur Tengah.
Hal ini dilansir the New York Times pada Selasa merujuk orang-orang yang diberi pengarahan oleh para pejabat Amerika mengenai percakapan tersebut. Dalam serangkaian percakapan selama seminggu terakhir, Pangeran Muhammad bin Salman telah menyampaikan kepada Trump bahwa ia harus berupaya menghancurkan pemerintahan garis keras Iran, kata orang-orang yang mengetahui percakapan tersebut.
MBS kata sumber the New York Times, berpendapat bahwa Iran merupakan ancaman jangka panjang terhadap Teluk yang hanya dapat dihilangkan dengan menyingkirkan rezim. Sikap MBS ini serupa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sebelumnya juga memandang Iran sebagai ancaman jangka panjang.
Para pejabat senior di pemerintahan Saudi dan Amerika khawatir jika konflik ini berlarut-larut, Iran akan melancarkan serangan yang lebih dahsyat terhadap instalasi minyak Saudi dan Amerika Serikat akan terjebak dalam perang tanpa akhir.
Di depan umum, Trump sering kali beralih antara menyarankan perang akan segera berakhir dan memberi isyarat bahwa perang akan meningkat. Pada Senin, ia mengunggah di media sosial bahwa pemerintahannya dan Iran telah mengadakan “pembicaraan produktif mengenai penyelesaian permusuhan yang menyeluruh dan total,” meskipun Iran membantah pernyataan bahwa negosiasi sedang berlangsung.
Konsekuensi perang terhadap perekonomian dan keamanan nasional Arab Saudi sangat besar. Serangan drone dan rudal Iran, yang diluncurkan sebagai respons terhadap serangan Amerika-Israel terhadap Iran, telah menciptakan gangguan besar di pasar minyak.
Sementara, para pejabat Saudi menolak gagasan yang didorong oleh MBS untuk memperpanjang perang. “Kerajaan Arab Saudi selalu mendukung penyelesaian damai terhadap konflik ini, bahkan sebelum konflik ini dimulai,” kata pemerintah Saudi dalam sebuah pernyataan. Mereka mencatat bahwa para pejabat “tetap berhubungan dekat dengan pemerintahan Trump dan komitmen kami tetap tidak berubah.”
“Perhatian utama kami saat ini adalah mempertahankan diri dari serangan harian terhadap rakyat dan infrastruktur sipil kami,” tambah pernyataan tersebut.

4 hours ago
4
















































