Lazzarini Minta Pembentukan Komisi Tingkat Tinggi untuk Selidiki Kematian 390 Pekerja UNRWA di Gaza

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW — Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, yang masa jabatannya berakhir pada Selasa (31/3/2026), menyerukan penyelidikan atas pembunuhan 390 pekerja kemanusiaan selama konflik bersenjata di Jalur Gaza. 

"Saya percaya kita perlu membentuk komisi, sebuah panel ahli tingkat tinggi, untuk menyelidiki pembunuhan staf kita," katanya dalam konferensi pers di Jenewa.

Isu tersebut telah diangkat oleh kantor Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan dalam dialog dengan negara-negara anggota PBB di New York, imbuhnya. Lazzarini juga mengatakan bahwa tidak adanya penyelidikan semacam itu hingga saat ini dikarenakan bahwa konflik masih berlangsung.

Dia juga mengutip serangan Israel yang terus berlanjut di wilayah tersebut meskipun ada perjanjian gencatan senjata. Lembaga itu hampir akan ditutup karena kurangnya pendanaan dan sejumlah tindakan yang diambil untuk melemahkannya, sehingga mengancam perlindungan terhadap hak-hak rakyat Palestina, imbuhnya. UNRWA melaporkan lebih dari 390 pekerja kemanusiaan, staf PBB, telah tewas sejak konflik terbaru di Gaza meletus pada Oktober 2023.

Pada Januari 2025, undang-undang Israel yang melarang aktivitas UNRWA mulai berlaku. Otoritas Israel mengutip dugaan bukti yang melibatkan sejumlah karyawan badan tersebut dalam serangan 7 Oktober 2023 oleh militan Palestina, serta penggunaan infrastruktur UNRWA di wilayah tersebut untuk kegiatan militan, sebagai dasar hukum tersebut.

UNRWA dalam laporan hariannya yang dikutip Republika dari unrwa.org, mengungkapkan, penderitaan rakyat Palestina belumlah berakhir. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (MoH) Palestina yang dilaporkan OCHA hingga 25 Maret 2026, jumlah korban jiwa akibat agresi yang dimulai sejak Oktober 2023 telah menyentuh angka 72.265 syuhada, dengan sedikitnya 171.959 warga lainnya menderita luka-luka.

Di tengah hujan bom dan blokade total, UNRWA juga harus membayar harga yang sangat mahal. Hingga 31 Maret, tercatat 391 staf UNRWA gugur saat menjalankan tugas suci kemanusiaan mereka. Angka ini terdiri dari 310 personel organik dan 81 relawan pendukung. Kehilangan ini menjadi catatan paling kelam dalam sejarah operasi bantuan PBB di dunia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |