Melihat Semrawutnya Kabel di Langit Kota Cirebon, Satu Tiang Tampung 20 Kabel

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Pemandangan langit Kota Cirebon selama ini terhalang oleh karut-marut bentangan kabel. Tak hanya merusak estetika, kondisi itu juga mengganggu kenyamanan warga di ruang publik.

Salah satunya seperti yang terlihat di sepanjang ruas Jalan Kartini, yang merupakan jantung aktivitas masyarakat dan wajah utama Kota Cirebon. Di ruas jalan tersebut, kabel-kabel membentang secara semrawut milik berbagai provider.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengakui, kondisi kabel yang melintang tidak beraturan saat ini sudah mencapai tahap yang cukup mengkhawatirkan secara visual. Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan satu tiang penyangga bisa menampung 15-20 kabel dari berbagai provider berbeda, sehingga menciptakan kesan kumuh di tengah kota.

Effendi menyatakan, pihaknya akan segera membenahi kesemrawutan bentangan kabel tersebut. Pasalnya, kabel-kabel yang melintang maupun di pinggir jalan membuat estetika kota jadi tidak sedap dipandang.

“Insya Allah dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Cirebon ingin membenahi kabel-kabel yang melintang maupun di pinggir jalan ini. Solusinya, kita akan coba pindahkan semuanya ke sistem kabel bawah tanah atau ducting,” ujar Effendi, kemarin.

Rencana besar itu tidak hanya menyasar satu titik. Setidaknya ada 15 hingga 17 ruas jalan strategis dengan total panjang mencapai 15 kilometer yang masuk dalam target penataan.

Proses itu diawali dengan merapikan kabel fiber optik, yang kemudian akan diikuti dengan koordinasi bersama PLN, PGN, hingga PDAM agar jalur utilitas di Kota Cirebon bisa terintegrasi dengan rapi.

"Saya sudah rapatkan dengan PLN, PGN, hingga PDAM. Saya ingin kabel-kabel yang melintang itu dibenahi menjadi satu jalur saja, tidak ada lagi yang berseliweran tidak jelas. Saat ini kami sedang dalam tahap proses administrasi dan teknis,” katanya.

Pemkot Cirebon juga berkolaborasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel). dan pihak swasta lainnya untuk pelaksanaan di lapangan.

Menyadari bahwa proyek itu akan berdampak pada mobilitas warga, Effendi pun menyampaikan permohonan maaf dan meminta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Penataan itu menurutnya adalah investasi jangka panjang demi kenyamanan dan keindahan Kota Cirebon di masa depan.

"Mohon maaf jika nanti selama proses perbaikan ada aktivitas warga atau pengguna jalan yang terganggu. Ini semua kami lakukan semata-mata untuk pendataan dan penataan kabel agar Kota Cirebon jauh lebih rapi dan cantik," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menjelaskan, penataan itu akan menyasar jalan-jalan protokol seperti Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, hingga Jalan Tuparev.

"Kita akan buatkan semacam gorong-gorong khusus atau ducting di bawah tanah. Penempatannya nanti menyesuaikan kondisi lapangan, bisa di bawah badan jalan atau trotoar, tergantung letak jaringan gas atau pipa PDAM yang sudah ada. Harapan kami, minimal 10 kilometer pertama bisa segera dieksekusi, dan tahun ini sudah harus ada aksi nyata di lapangan," tukas Rachman.

Read Entire Article
Politics | | | |