REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat yang ingin melaksanakan Sholat Idul Fitri di Masjid Istiqlal agar datang lebih awal. Hal ini mengingat tingginya antusiasme jamaah setiap tahunnya.
Ia mengungkapkan bahkan sebelum waktu Subuh, jamaah biasanya sudah mulai memadati area masjid untuk mendapatkan tempat di bagian dalam. Karena itu, kedatangan lebih awal dinilai penting agar jamaah dapat beribadah dengan nyaman.
“Kalau ingin mendapatkan tempat di dalam masjid, saya kira lebih awal lebih bagus ya,” kata Nasaruddin, Jumat (20/3/2026).
Sholat Idul Fitri sendiri dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB. Ia menegaskan pelaksanaan sholat akan berlangsung tepat waktu sehingga jamaah diharapkan sudah berada di lokasi sebelum waktu tersebut.
Selain soal waktu kedatangan, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kesiapan pribadi. Jamaah diminta mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat, serta membawa perlengkapan shalat masing-masing.
Menag juga menganjurkan jamaah untuk membawa kantong plastik untuk menyimpan alas kaki serta tidak membawa barang berlebihan. Hal ini untuk memudahkan mobilitas dan menjaga keamanan selama ibadah berlangsung.
Ia turut mengingatkan jamaah agar tetap waspada terhadap barang bawaan. Selain itu, menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan masjid menjadi tanggung jawab bersama.
Tak hanya itu, jamaah juga dianjurkan untuk berwudhu dari rumah guna menghindari kepadatan di area tempat wudhu. “Kecuali kalau batal wudunya, silakan gunakan fasilitas yang ada,” katanya.
Soal akses masuk bagi jamaah yang akan mengikuti sholat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Nasaruddin mengatakan jamaah dapat memasuki area masjid melalui beberapa gerbang utama. Di antaranya Gerbang Al-Ghaffar dari arah Jalan Perwira, Gerbang Al-Aziz dan Al-Jabbar dari kawasan Lapangan Banteng, serta Gerbang Al-Fattah dari arah Gereja Katedral.
Selain itu, akses juga tersedia melalui Gerbang Ar-Rahman dari arah Stasiun Gambir dan Pasar Baru. Menag berharap jamaah dapat menyesuaikan rute kedatangan agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.
Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kantong parkir di sekitar kawasan Istiqlal. Area parkir basement masjid mampu menampung hingga 600 mobil, sementara Gedung Pertamina menyediakan kapasitas tambahan untuk mobil dan sepeda motor.
Lokasi parkir lainnya meliputi Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, hingga Gereja Katedral. Sejumlah fasilitas umum seperti Kantor Pos, Santa Maria, Gedung Kesenian Jakarta, hingga kawasan TNI AD juga disiapkan sebagai alternatif parkir.
Pihaknya mengakui bahwa keterbatasan lahan parkir menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, ia mengimbau jamaah untuk mempertimbangkan penggunaan transportasi umum.
Ia juga menambahkan, Mabes TNI AD disiapkan khusus untuk tamu VVIP seperti menteri dan duta besar. Dengan pengaturan tersebut, diharapkan arus kendaraan dapat lebih tertata.
“Kalau terlalu banyak mobil, tentu akan menjadi persoalan. Karena itu kita siapkan beberapa alternatif,” katanya mengakhiri.

10 hours ago
9
















































