Calon penumpang berada di samping layar monitor pengumuman jadwal penerbangan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (1/3/2026). Akibat terjadinya perang antara Iran, Israel dan Amerika sejumlah maskapai yang melayani penerbangan ke Timur Tengah membatalkan sejumlah penerbangannya.
REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI — Konflik di Timur Tengah memasuki fase baru yang terbilang sangat mengkhawatirkan setelah Iran dilaporkan memperluas jangkauan serangannya ke infrastruktur sipil di berbagai negara Teluk. Meski awalnya berfokus pada aset militer Amerika Serikat (AS), kini hotel, bandara, hingga fasilitas energi nasional mulai menjadi sasaran rudal dan pesawat nirawak (drone).
Berikut adalah rincian situs-situs yang menjadi target serangan berdasarkan laporan resmi otoritas setempat, seperti dilansir dari Al Jazeera.
1. Infrastruktur Energi (Minyak dan Gas)
Dampak ekonomi global mulai terasa setelah dua raksasa energi kawasan menjadi target:
- QatarEnergy: Produsen gas alam cair (LNG) terbesar di dunia ini terpaksa menghentikan produksi di fasilitas Ras Laffan dan Mesaieed akibat serangan Iran.
- Saudi Aramco: Kilang minyak domestik terbesar di Ras Tanura terpaksa ditutup sementara setelah terjadi kebakaran akibat puing-puing intersepsi drone. Namun, Teheran membantah terlibat dan menyebut insiden Aramco sebagai "operasi bendera palsu" (false flag) oleh Israel untuk mengadu domba negara kawasan.
2. Bandara dan maskapai
Lumpuhnya sektor penerbangan di salah satu jalur tersibuk dunia telah menelantarkan puluhan ribu penumpang.
- UEA: Bandara Internasional Zayed (Abu Dhabi) melaporkan satu orang tewas akibat sebuah "insiden", sementara Bandara Internasional Dubai (DXB) mengalami kerusakan ringan.
- Irak: Bandara Internasional Erbil di wilayah Kurdi diserang dua kali oleh drone.
- Serangan tersebut membuat maskapai raksasa seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad telah menangguhkan sebagian besar jadwal penerbangan mereka.

12 hours ago
8















































