REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Kelompok peretas yang berafiliasi dengan Iran, dilaporkan berhasil membobol akun surat elektronik (email) pribadi Direktur FBI, Kash Patel. Para peretas memublikasikan sejumlah dokumen dan foto-foto pribadi sang bos biro penyelidik federal tersebut ke jejaring internet.
Kelompok peretas yang menamakan diri mereka 'Handala Hack Team' mengumumkan di situs mereka bahwa Patel kini masuk dalam daftar korban peretasan. Dilansir dari The Guardian, Handala mengunggah rangkaian foto pribadi Patel, dari saat ia menghisap cerutu, mengendarai mobil antik, hingga foto swafoto (selfie) di depan cermin dengan sebotol besar minuman anggur.
Pihak FBI telah mengonfirmasi bahwa email pribadi Patel memang menjadi sasaran peretasan. Juru bicara FBI, Ben Williamson, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memitigasi risiko terkait aktivitas tersebut.
"Data yang terlibat bersifat historis dan tidak mengandung informasi rahasia pemerintah," tegas Williamson dalam pernyataan resminya, Jumat (27/3/2026) waktu setempat.
Meskipun FBI mengecilkan profil data tersebut, para peneliti keamanan Barat meyakini bahwa Handala hanyalah salah satu "persona" yang digunakan oleh unit intelijen siber pemerintah Iran. Kelompok ini sebelumnya juga mengeklaim telah membobol perusahaan perangkat medis Stryker pada 11 Maret lalu dan menghapus sejumlah besar data perusahaan.
Mempermalukan pejabat AS
Selain foto, peretas memublikasikan sampel lebih dari 300 email yang menunjukkan kombinasi antara korespondensi pribadi dan pekerjaan pada2010 hingga 2019. Alamat Gmail pribadi yang dibobol tersebut terkonfirmasi cocok dengan data kebocoran sebelumnya yang dilacak oleh firma intelijen dark web, District 4 Labs.
Gil Messing, kepala staf di perusahaan keamanan siber Israel, Check Point, menilai aksi ini sebagai bagian dari strategi Iran untuk mempermalukan pejabat AS. "Tujuannya adalah membuat mereka merasa rentan. Iran sedang menembakkan apa pun yang mereka miliki ke ruang siber," ujarnya.
Insiden ini menambah daftar panjang peretasan akun pribadi pejabat tinggi AS, serupa dengan pembobolan akun Gmail John Podesta pada Pilpres 2016 atau akun AOL Direktur CIA John Brennan pada 2015.

3 hours ago
4
















































