Menko Airlangga Beberkan Hasil Kesepakatan Draft Tarif 19 Persen

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump telah menandatangani kerja sama Agreement of Reciprocal Trade (ART) yang diberi judul Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia dan AS sepakat untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Salah satu perjanjian ini ialah membentuk Council of Trade and Investment sehingga ini menjadi forum ekonomi kedua negara," ujar Airlangga dalam konferensi pers terkait Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) pada Jumat (20/2/2026).

Airlangga mengatakan seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan AS nantinya akan dibahas terlebih dahulu di dalam Council of Trade apabila terjadi kenaikan yang terlalu tinggi atau hal yang dianggap bisa mengganggu neraca kedua negara. Dia mengatakan tujuan dan visi perjanjian untuk mengujudkan kemakmuran ekonomi bersama, rantai pasok yang kuat dan menghormati kedaulatan dari masing-masing negara. 

"Jadi saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani," ucap Airlangga. 

Sejak diumumkan oleh Presiden Trump pada 2 April 2025 yang lalu, ucap dia, pemerintah Indonesia telah mengirimkan empat surat untuk proses negosiasi tarif pada April, Juni, Juli dan Agustus 2025 dan juga 90 persen daripada dokumentasi yang dikirim oleh Indonesia dipenuhi AS. Airlangga menyebut usulan Indonesia dipenuhi AS yang tertuang dalam ART.

"AS melakukan penurunan pengenaan tarif resiprokal bagi Indonesia, itu seperti yang dituangkan dalam Joint Statement yang lalu," sambung dia.

Berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain, Airlangga mengatakan AS mencabut pasal-pasal yang nonkerjasama ekonomi untun Indonesia seperti terkait pengembangan reaktor nuklir, terkait dengan kebijakan Laut Cina Selatan, pertahanan dan keamanan perbatasan. 

"Sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan," lanjut Airlangga. 

Dalam ART ini, lanjut dia, ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah nol persen. Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, ucap dia, AS juga akan memberikan tarif nol persen dengan mekanisme tarif rate kuota.

"Tentunya ini memberikan manfaat bagi empat juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," sambungnya. 

Read Entire Article
Politics | | | |