Selain tarif, kesepakatan mencakup rare earth, investasi, dan teknologi nuklir.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump telah menandatanganan Agreement of Reciprocal Trade (ART). AS memutuskan tetap mempertahankan tarif resiprokal balik sebesar 19 persen untuk impor dari Indonesia, kecuali untuk produk-produk tertentu yang akan dikenakan tarif resiprokal nol persen.
Sementara itu, Indonesia akan menghapus hambatan tarif pada lebih dari 99 persen produk AS yang diekspor ke Indonesia di semua sektor, termasuk produk pertanian, produk kesehatan, makanan laut, teknologi informasi dan komunikasi, produk otomotif, dan bahan kimia. Indonesia punmengatasi berbagai hambatan nontarif, seperti membebaskan perusahaan AS dan barang-barang asal dari persyaratan kandungan lokal, menerima standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor federal AS, menerima standar FDA untuk alat kesehatan dan farmasi, menghapus persyaratan sertifikasi dan pelabelan yang memberatkan, menghilangkan persyaratan pra-pengiriman, dan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan banyak masalah kekayaan intelektual yang telah berlangsung lama.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sektor critical mineral atau mineral kritis pun tak luput menjadi bagian dalam kesepakatan tersebut.
"tu terkait dengan industrial mineral, artinya ada secondary process dan Indonesia terbuka untuk kerja sama investasi maupun teknologi, baik critical mineral maupun rare earth," ujar Airlangga dalam konferensi pers terkait Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) pada Jumat (20/2/2026).
Selain itu, lanjut Airlangga, AS berkomitmen membantu pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai sumber energi bersih. Airlangga mengatakan Indonesia terbuka kerja sama dalam penggunaan teknologi small modular reactor (SMR).
"Ini sekarang PLN dan juga Amerika sudah ada kerja sama MoU dan studi feasibility studi dengan NuScale," ucap Airlangga.

3 hours ago
7














































