Menteri LH Dorong Aksi Rumah Tangga Atasi Darurat Sampah Nasional

3 hours ago 4

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan peran penting rumah tangga dalam memutus rantai darurat sampah nasional melalui implementasi ekonomi sirkular di tingkat tapak. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan peran penting rumah tangga dalam memutus rantai darurat sampah nasional melalui implementasi ekonomi sirkular di tingkat tapak. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan inspeksi di Kabupaten Ciamis.

Kunjungan ini dilakukan untuk memverifikasi konsistensi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang menempatkan Ciamis sebagai peraih nilai tertinggi dalam penilaian Adipura 2026. Hanif mengatakan KLH/BPLH berkomitmen menjadikan pola pengelolaan di Ciamis sebagai referensi nasional untuk direplikasi oleh 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Di Desa Bojongmengger, Ciamis, Hanif memberikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya. Berdasarkan data yang dihimpun KLH/BPLH, komposisi sampah di Kabupaten Ciamis didominasi sisa makanan sebesar 38 persen, dengan kontribusi sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga yang mencapai 49 persen.

Angka tersebut menjadi basis argumentasi KLH/BPLH bahwa intervensi pada level rumah tangga bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Dalam pernyataannya, KLH/BPLH menyebutkan bahwa dengan menekan timbulan sampah organik di hulu, efisiensi pengelolaan sampah nasional dapat meningkat secara signifikan.

Dalam kunjungan ini, Hanif juga meninjau Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Ciamis untuk memastikan ekosistem ekonomi sirkular berjalan terintegrasi. BSI Ciamis saat ini mengelola lebih dari 100 jenis sampah anorganik melalui jaringan 324 Bank Sampah Unit (BSU) dan 620 nasabah perorangan.

Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemilahan, tetapi juga pusat edukasi dan mitra industri daur ulang lintas wilayah, mulai dari Cirebon hingga Tangerang. Integrasi ini membuktikan bahwa sampah yang dikelola dengan baik memiliki nilai ekonomi tinggi yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal sekaligus melestarikan lingkungan.

Hanif juga memantau pengelolaan sampah harian di Pasar Ciamis. Di lokasi tersebut, KLH/BPLH mengevaluasi efektivitas pemilahan sampah pasar dan pengolahan sampah organik melalui metode maggot serta pengomposan.

Read Entire Article
Politics | | | |