Menteri PU Targetkan tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda saat Ramadhan

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Dody menargetkan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda saat memasuki bulan suci Ramadhan.

"Kita dorong secepat-cepatnya agar segera selesai. Kita semua bekerja keras supaya saat Ramadhan, kalau bisa nol warga yang tinggal di tenda. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan maksimal,” ujar Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Saat ini, ujar Dody, Kementerian PU tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan huntara di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Progres pembangunan telah mencapai 98,75 persen dan ditargetkan segera dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak.

Dody mengatakan, huntara di Aceh Tamiang dibangun menggunakan metode konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI) tanpa alat berat. Metode tersebut memungkinkan pembangunan dilakukan dengan cepat di tengah kondisi pascabencana.

"Pembangunan ini merupakan bagian dari paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1," lanjut Dody.

Secara teknis, Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 meter persegi dengan total luas bangunan 2.052 meter persegi. Huntara tersebut terdiri atas tujuh blok hunian dan satu mushola. Sebanyak 114 modul dibangun untuk menampung 84 kepala keluarga atau sekitar 336 jiwa, lengkap dengan 42 unit MCK, area komunal multifungsi, area jemur, mushola, genset, serta toren air.

Sistem pendukung air bersih berasal dari sumur bor dan tandon. Sementara itu, pengolahan air kotor menggunakan sistem biotek dan pasokan listrik berasal dari PLN.

Dody menekankan, penyelesaian huntara sebelum Ramadan merupakan bagian dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meskipun dalam kondisi pascabencana,” kata Dody.

Read Entire Article
Politics | | | |