Merak–Bakauheni Jadi Barometer Kelancaran Mudik Lebaran 2026

9 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan kesiapan penuh mengawal layanan penyeberangan Angkutan Lebaran 2026 di lintasan Merak–Bakauheni yang kembali menjadi barometer kelancaran mobilitas mudik nasional. Kedua pelabuhan ini setiap tahun menjadi gerbang utama pergerakan masyarakat dan kendaraan antara Pulau Jawa dan Sumatera sekaligus jalur vital distribusi logistik.

Untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan, kapasitas layanan telah disiapkan melalui sistem tiket daring Ferizy dengan kuota awal lintasan tersibuk Merak–Bakauheni masing-masing mencapai lebih dari 1,5 juta tiket penyeberangan. Jumlah ini masih berpotensi bertambah mendekati periode puncak arus mudik.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang menempatkan Provinsi Banten dalam lima besar wilayah dengan pergerakan masyarakat tertinggi, berpotensi mencapai 11,17 juta orang, seiring seluruh arus kendaraan dari Jakarta menuju Sumatera melintasi wilayah tersebut.

Kementerian Perhubungan menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut mencapai 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan di 15 lintas penyeberangan. Khusus menuju Pelabuhan Merak, disiapkan lima titik utama delaying system, yakni Rest Area KM 13 A, KM 43 A, KM 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Merak, serta JLS Ciwandan untuk kawasan Pelabuhan Ciwandan.

Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lima jalur penyeberangan sebagai contingency plan, yaitu Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang.

“Untuk Pelabuhan Ciwandan–Pelindo akan melayani kendaraan roda dua dan angkutan kendaraan kecil serta truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, menjadi alternatif menuju Pelabuhan Panjang. Merak hanya melayani kendaraan pribadi dan bus, sementara Bojonegara melayani kendaraan truk besar. Strateginya adalah memecah arus dengan mengoptimalkan empat pelabuhan di wilayah Banten,” ujar Dudy dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen. Dengan kesiapan armada dan infrastruktur tersebut, ASDP optimistis layanan penyeberangan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memastikan konektivitas logistik tetap terjaga selama arus mudik dan balik Lebaran.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan kesiapan layanan dilakukan melalui penguatan armada, pelabuhan, sistem operasional, serta koordinasi intensif agar perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan tertib tanpa menghambat distribusi kendaraan maupun logistik. Ia menegaskan pelayanan optimal menjadi prioritas sehingga pengalaman penyeberangan tetap terjaga selama periode mudik.

Read Entire Article
Politics | | | |