Mewujudkan Jakarta Inklusif untuk Semua Generasi

1 hour ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pagi hari di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kampung Kalibata di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ramai oleh langkah kaki. Anak-anak bermain, orang dewasa berolahraga, sedangkan warga lanjut usia (lansia) berjalan santai mengelilingi taman.

Bagi Aminah (66 tahun), warga Srengseng Sawah, taman tersebut menambah pilihan tempat berolahraga dekat rumah. Sebelum RTH Kampung Kalibata dibuka, ia lebih sering pergi ke kawasan Setu Babakan.

“Lebih enak buat olahraga, apalagi dekat juga dari rumah,” kata Aminah kepada Republika, Kamis (23/7/2026).

RTH Kampung Kalibata diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 24 Oktober 2025. Taman seluas 5.328 meter persegi itu berada di samping RPTRA Citra Betawi yang telah lebih dahulu berdiri. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang publik dengan fungsi ekologis, sosial, dan edukatif.

“Jadi lebih banyak pilihan. Setiap pagi juga banyak orang yang lari, jalan. Tua, muda, anak-anak, semua ada,” ujar Aminah.

Keberadaan taman yang digunakan lintas usia merupakan salah satu tujuan pembangunan Jakarta. Kota tidak cukup hanya menyediakan jalan, gedung, dan transportasi, tetapi juga harus menghadirkan ruang yang dapat digunakan anak-anak, orang dewasa, dan lansia dengan aman.

Aminah juga memanfaatkan Posyandu Lansia yang rutin digelar di kantor RW. Di sana, warga senior dapat memeriksa tekanan darah dan gula darah sekaligus memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan mereka.

Bagi anak-anak, ruang publik memiliki fungsi berbeda. Dede (37 tahun), warga lainnya, mengatakan keberadaan RPTRA memberikan tempat bermain yang lebih aman dibandingkan jalan atau ruang terbuka yang tidak dilengkapi pengawasan dan fasilitas anak.

“Bagus. Jadi banyak tempat bermain khusus yang aman,” kata Dede.

Ruang untuk Tumbuh

Jakarta saat ini memiliki 324 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga untuk kegiatan belajar, olahraga, pengasuhan, dan interaksi keluarga.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Jakarta konsisten memperoleh predikat Provinsi Layak Anak sejak 2022. Namun, menurut dia, predikat tersebut harus tercermin dalam layanan yang benar-benar dirasakan anak dan keluarga.

“Pemerintah DKI Jakarta akan terus memastikan Jakarta benar-benar menjadi provinsi yang ramah anak. Sejak 2022, Jakarta merupakan salah satu provinsi yang secara konsisten meraih predikat Provinsi Layak Anak,” ungkap Pramono dalam Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Balai Kota Jakarta, Senin (20/7/2026).

Pemprov DKI memperkuat perlindungan anak melalui pendidikan, ruang publik, layanan pengasuhan, dan penanganan kekerasan. Program tersebut meliputi Kartu Jakarta Pintar Plus, pemutihan ijazah, Wajib Belajar 13 Tahun, serta Sekolah Swasta Gratis.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Program Sekolah Swasta Gratis melibatkan 103 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB dengan daya tampung 10.109 murid baru.

“Untuk anak-anak yang tinggal di Jakarta, sebagai kota ramah anak, saya berharap manfaatkan kesempatan untuk belajar dengan sungguh-sungguh,” kata Pramono.

Pemprov DKI juga menyediakan layanan penitipan anak serta Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak yang beroperasi 24 jam. Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi menilai kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan terhadap kepentingan anak.

“Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemprov DKI Jakarta karena berbagai kebijakannya benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak serta menciptakan suasana yang mendukung pemenuhan hak anak secara optimal,” kata Seto.

Memuliakan Lansia

Di sisi lain, Jakarta juga menghadapi perubahan struktur penduduk. Sekitar 1,16 juta warga ibu kota atau 10,6 persen dari total penduduk merupakan lansia. Jumlah tersebut membuat kebutuhan warga senior harus masuk dalam perencanaan kota, mulai dari kesehatan, perlindungan sosial, transportasi, hingga ruang untuk berinteraksi.

Hingga Juni 2026, Kartu Lansia Jakarta telah diterima 168.497 warga yang memenuhi kriteria. Pemprov DKI juga menyediakan Posyandu Lansia, Poli Lansia Terpadu, serta kunjungan kesehatan ke rumah melalui Pasukan Putih.

Hingga triwulan II 2026, Pasukan Putih telah melakukan 59.023 kunjungan kepada kelompok rentan atau mencapai 96,86 persen dari target kunjungan.

Layanan tersebut penting bagi lansia dengan penyakit kronis atau keterbatasan mobilitas yang menyulitkan mereka mendatangi fasilitas kesehatan.

Read Entire Article
Politics | | | |