Momen Libur Lebaran, Kebun Binatang Bandung Jadi Destinasi Favorit

1 day ago 7

Ribuan pengunjung memadati Kebun Binatang Bandung saat Liburan Lebaran 1446 Hijriah, Rabu (2/4/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ribuan pengunjung memadati kawasan objek wisata Kebun Binatang Bandung selama musim libur lebaran 1446 Hijriyah, Rabu (2/4/2025). Mereka sengaja datang untuk berlibur dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan wilayah Jabodetabek.

Pantauan, para pengunjung menikmati pemandangan melihat satwa-satwa mulai dari gajah, jerapah hingga harimau. Mayoritas pengunjung yang datang merupakan rombongan keluarga.

Salah seorang warga asal Kabupaten Bandung Rizki (23 tahun) mengaku sengaja datang ke Kebun Binatang Bandung saat libur lebaran 1446 H. Ia merasa senang sebab bisa mengajak anak-anaknya dan keluarga melihat satwa-satwa yang ada. "Sengaja main, juga mengingat masa lalu waktu ke sini," ucap dia ditemui di lokasi, Rabu (2/4/2025).

Operasional Manager Kebun Binatang Bandung Erlangga mengatakan okupansi pengunjung selama libur lebaran terus mengalami peningkatan. Pada H+2 ini atau Rabu (2/4/2025) diprediksi jumlah pengunjung mencapai 8.000 orang.

"Okupansi lebih ramai dari hari pertama karena hari pertama pengunjung fokus di rumah masing-masing masih menikmati opor sama keluarga. H+2 mulai terasa peningkatan pengunjung lebih signifikan," ucap dia, Rabu (2/4/2025).

Ia mengatakan jumlah pengunjung yang datang ke Kebun Binatang Bandung pada hari pertama lebaran sebanyak 1.00 orang. Sedangkan hari kedua mencapai 7.000 orang dan hari libur ketiga lebaran sebanyak 8.000 orang.

Erlangga mengatakan mayoritas pengunjung bukan dari Kita Bandung. Akan tetapi merata tersebar dari berbagai wilayah seperti Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya hingga Kabupaten Bandung Barat.

Ia menyebut pengunjung dari Jabodetabek memesan tiket online. Mayoritas pengunjung, Erlangga mengatakan ingin bernostalgia saat masih kecil dan saat ini sudah memiliki anak dan cucu. Erlangga menambahkan harga tiket selama masa liburan Lebaran sebesar Rp 65 ribu per orang.

Read Entire Article
Politics | | | |