Perbaikan mengenai free float menjadi kunci untuk mengatasi tekanan pada pasar saham Indonesia.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ajaib Sekuritas menilai pasar saham Indonesia menghadapi risiko setelah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) menahan perubahan indeks saham Indonesia. Risiko tersebut mencakup potensi penurunan status Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) ke pasar perintis (frontier market) apabila persoalan transparansi free float tidak segera diselesaikan.
Penilaian tersebut disampaikan dalam riset harian Ajaib Sekuritas menyusul tekanan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari perdagangan terakhir. Pada Kamis (29/1/2026), IHSG anjlok lebih dari 7 persen pada awal perdagangan, setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 7,35 persen ke level 8.320.
“IHSG terkoreksi di tengah arus keluar dana investor asing yang mencapai Rp6,17 triliun pada perdagangan 28 Januari,” kata Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih.
Arus keluar tersebut berkaitan dengan keputusan MSCI yang tidak menambahkan saham Indonesia dalam agenda rebalancing indeks Februari 2026. MSCI menyoroti keterbatasan transparansi free float, yakni porsi saham yang benar-benar dimiliki publik dan aktif diperdagangkan.
Dalam riset hariannya, Ajaib Sekuritas menilai jika perbaikan terkait masalah free float tidak segera dilakukan, risiko peninjauan ulang klasifikasi pasar dinilai meningkat.
Penurunan status dari pasar berkembang ke pasar perintis berpotensi berdampak signifikan terhadap aliran dana global. Sejumlah pengelola dana berbasis indeks hanya memiliki mandat berinvestasi di negara berstatus pasar berkembang, sehingga perubahan klasifikasi dapat memicu penyesuaian portofolio secara luas.
Tekanan tersebut tercermin pada kinerja IHSG yang tercatat melemah 3,77 persen secara year to date hingga 28 Januari 2026, sekaligus menjadi yang terendah di kawasan ASEAN.
Ajaib Sekuritas menilai langkah penguatan transparansi kepemilikan saham dan perbaikan kualitas data free float menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor global serta mempertahankan posisi Indonesia dalam klasifikasi pasar berkembang.

3 hours ago
5














































