Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Selasa (17/6/2025). Keterangan pers tersebut menyampaikan tentang situasi terkini konflik antara Iran dan Israel. Selain itu. Mohammad Boroujerdi juga menegaskan Iran akan terus membalas serangan dari Israel sebagai upaya aksi bela diri selama penyerangan dan agresi masih terus belanjut. Dubes Iran menganggap, serangan yang dilakukan oleh Israel merupakan tindakan ilegal yang tidak dibenarkan oleh hukum internasional karena tersebut menyasar sejumlah fasilitas sipil dan situs aktivitas nuklir.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) silaturrahim dengan Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi di Gedung MUI Pusat pada Senin (6/4/2026). MUI menyampaikan Duta Besar Iran menginformasikan bahwa dua kapal tanker Indonesia sudah lewat dan tidak ada penghentian atau gangguan, apa yang terjadi di Selat Hormuz hanya untuk menjaga keamanan.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengatakan, dalam pertemuan tersebut meminta persahabatan Indonesia dan Iran bisa lebih saling menguatkan. Ia juga bertanya apakah Iran di Selat Hormuz bisa mengizinkan kapal Indonesia untuk bisa lewat demi terciptanya ketahanan energi di Indonesia.
"Beliau (Duta Besar Iran) merespon, dua kapal tanker Indonesia sudah lewat, hanya tinggal pembicaraan saja untuk melewati Selat Hormuz dalam keadaan aman dalam situasi perang," kata Kiai Cholil kepada Republika di Kantor MUI, Senin (6/4/2026)
Kiai Cholil mengatakan, kalau bukan karena situasi perang, tidak pernah Iran menarik bayaran dan diganggu. Jadi Duta Besar Iran menyampaikan dalam bahasanya bahwa tidak ada penghentian atau gangguan terhadap kapal tanker Indonesia, hanya saja untuk menjaga keamanan, tentu dengan komunikasi yang intens antara Indonesia dan Iran.

9 hours ago
8

















































