Ormat Menang Lelang Proyek Panas Bumi di Halmahera, Benarkah Terafiliasi dengan Israel?

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Ormat Geothermal Indonesia tengah menjadi perbincangan lantaran diduga memiliki afiliasi dengan Israel. Perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari Ormat Technologies yang berbasis di Amerika Serikat. Ormat bergerak di bidang energi terbarukan, khususnya panas bumi.

Terlepas dari sorotan terkait afiliasi Israel tersebut, Ormat telah bermitra dengan pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Keterlibatan itu berkaitan dengan target pencapaian net zero emission pada 2060 yang menuntut percepatan pengembangan proyek energi bersih.

Teranyar, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan PT Ormat Geothermal Indonesia (TRU-01) sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 tanggal 8 Januari 2026.

"Tentang Pemenang Pelelangan Wilayah Kerja Panas Bumi di Daerah Telaga Ranu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Nama Badan Usaha: PT Ormat Geothermal Indonesia. Nomor Induk Berusaha: 8120004772563," demikian keterangan dalam rilis resmi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, dikutip Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, WKP Telaga Ranu di Halmahera Barat, Maluku Utara, memiliki potensi cadangan bertemperatur tinggi (high enthalpy) dengan estimasi sumber daya sebesar 72 MW dan target pengembangan awal 40 MW.

Selain proyek Telaga Ranu, Ormat juga terlibat dalam pengembangan PLTP Ijen di Jawa Timur bersama anak usaha PT Medco Power Indonesia. PLTP Ijen Unit 1 telah beroperasi secara komersial pada semester I 2025 dengan kapasitas 35 MW untuk memperkuat sistem kelistrikan Jawa.

Di Sumatera Utara, Ormat memiliki kepemilikan 12,75 persen dalam konsorsium proyek PLTP Sarulla. Pembangkit tersebut merupakan salah satu proyek panas bumi dengan skema satu kontrak terbesar di dunia, dengan kapasitas terpasang mencapai 330 MW dan beroperasi penuh secara komersial sejak 2018. Konsorsium Sarulla melibatkan sejumlah perusahaan, antara lain Inpex Corporation, Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co., Inc., serta PT Medco Power Indonesia.

Ormat juga terlibat dalam proyek PLTP Salak di Bogor, Jawa Barat. Proyek tersebut dimiliki dan dioperasikan oleh Star Energy Geothermal (Salak) Ltd, anak usaha Barito Renewables, dengan Tripatra sebagai kontraktor EPC. Ormat Technologies berperan sebagai penyedia teknologi turbin biner (binary cycle).

Read Entire Article
Politics | | | |