Pelatih Bosnia Puji Karakter Pemainnya Usai Singkirkan Italia pada Playoff Piala Dunia

3 hours ago 5

Ekspresi pemain Bosnia dan Herzegovina saat babak adu penalti dalam pertandingan play-off zona Eropa Piala Dunia FIFA 2026 melawan Italia di Zenica, Bosnia dan Herzegovina, Selasa (31/3/2026). Bosnia dan Herzegovina mengalahkan Italia lewat adu penalti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih Bosnia dan Herzegovina Sergej Barbarez memuji karakter pemainnya setelah menyingkirkan Italia lewat drama adu penalti untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Bosnia menang mutlak 4-1 setelah bermain imbang 1-1 hingga akhir babak tambahan dalam final playoff Jalur A Zona Eropa di Stadion Bilino Polje, Zenica, Bosnia, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Bosnia tertinggal lebih dulu lewat gol cepat Moise Keane pada menit ke-15. Italia kemudian bermain dengan 10 orang setelah bek Alessandro Bastoni dikartu merah pada menit ke-41.

Setelah itu, Bosnia menyerang habis-habisan tamunya yang bertahan rapat. Haris Tabakovic akhirnya memecah kebuntuan lewat gol pada menit ke-79 untuk memaksa laga berlanjut ke babak tambahan. Tak ada gol tercipta dalam 2x15 menit hingga akhirnya pemenang ditentukan lewat adu penalti. Bosnia berjaya pada tos-tosan ini.

Barbarez menilai ketenangan tersebut lahir dari keyakinannya terhadap karakter para pemain Bosnia yang tampil gigih sepanjang pertandingan. Ia bahkan mengaku dapat melihat determinasi itu langsung dari sorot mata anak asuhnya.

Bosnia kembali menunjukkan mental kuat setelah sebelumnya juga menang adu penalti atas Wales di semifinal.

Barbarez mengakui timnya sempat kesulitan pada awal laga karena kurang terorganisasi dan lengah terhadap serangan lawan. Namun, kepercayaan diri tetap terjaga. Strategi menurunkan pemain muda Kerim Alajbegovic kembali membuahkan hasil. Walau tak mencetak gol pada waktu normal dan perpanjangan waktu, ia sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti.

Kemenangan ini juga menghadirkan emosi mendalam bagi para pemain. Bek Bosnia Nikola Katic mengaku tak kuasa menahan tangis usai laga.

“Saya belum pernah menangis setelah pertandingan, tapi kali ini saya benar-benar merasakannya. Kami sangat bangga,” ujar Katic.

Keberhasilan ini memastikan Bosnia lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya, sekaligus memperpanjang kegagalan Italia tampil pada putaran final menjadi tiga edisi beruntun. 

sumber : Reuters

Read Entire Article
Politics | | | |