Pembangunan Jembatan Rampung, Warga Gayo Lues tak Lagi Terisolasi

10 hours ago 13

Seorang bocah melintasi jembatan darurat di Desa Tetingi, Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh, Senin (16/3/2026). Jembatan darurat yang dibangun oleh warga tersebut dapat membahayakan warga yang melintas karena hanya menggunakan bahan bangunan seadanya dari sisa bencana longsor dan banjir bandang 4 bulan lalu, sehingga warga berharap agar segera dibangun jembatan permanen di wilayah itu.

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH — Warga Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, akhirnya kembali terhubung setelah jembatan penghubung rampung dibangun. Infrastruktur ini menjadi akses vital yang sempat terputus akibat banjir bandang pada akhir 2025.

Pembangunan jembatan membuka kembali mobilitas warga yang sebelumnya terisolasi selama berminggu-minggu. Aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan kini kembali berjalan normal.

Agus Salim, warga Desa Aih Bobo, mengatakan jembatan tersebut sejak lama menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas. Jalur ini digunakan untuk ke sekolah, berdagang, hingga berobat ke rumah sakit di Blangkejeren.

“Sebelumnya warga kesulitan keluar dari wilayah selama hampir sebulan. Kalau lewat jalur alternatif harus memutar jauh, itu pun hanya bisa dilalui saat air tidak meluap,” kata Salim, Kamis.

Jembatan sepanjang 200 meter itu sempat rusak parah setelah dihantam material kayu yang terbawa arus banjir bandang. Separuh badan jembatan putus sehingga tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Kondisi tersebut membuat sejumlah desa terisolasi, antara lain Badak, Uning Sepakat, Kendawi, Uning Gelung, Pangur, Rigep, Panglime Linting, Pepalan, Sangir, dan Badak Uken.

Untuk membuka akses darurat, warga bersama TNI dan Polri sempat membangun jembatan kayu secara gotong royong. Upaya ini menjadi solusi sementara sebelum pembangunan jembatan permanen dilakukan.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum kemudian membangun jembatan sementara berbahan beton di sisi jembatan lama yang rusak. Jembatan tersebut resmi difungsikan sejak 12 Februari 2026.

Kehadiran jembatan ini mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat sekaligus mengakhiri keterisolasian wilayah pascabencana.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |