Kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal pembawa pesawat tempur itu dilaporkan tiba di Timur Tengah pada Akhir Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pentagon dilaporkan tengah merencanakan pengerahan kelompok tempur kapal induk kedua ke Timur Tengah, menurut laporan yang diterbitkan pada Rabu (11/2/2026) dengan mengutip tiga pejabat Amerika Serikat. Persiapan tersebut dilakukan di tengah pernyataan Presiden Donald Trump yang membayangi negosiasi dengan Iran dengan kemungkinan perang.
Trump pada Selasa mengatakan tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah. Salah satu pejabat yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan kepada harian The Wall Street Journal bahwa perintah pengerahan dapat dikeluarkan dalam hitungan jam.
Para pejabat itu menyebutkan bahwa presiden belum secara resmi memberikan perintah pengerahan. Namun, Pentagon telah menyiapkan kelompok tempur tersebut untuk diberangkatkan, kemungkinan dari Pantai Timur, dalam waktu dua pekan.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa kapal induk USS George H.W. Bush saat ini tengah menjalani latihan di lepas pantai Virginia. Mengutip para pejabat yang juga meminta namanya dirahasiakan, laporan itu menyebutkan bahwa latihan tersebut dapat dipercepat. Pentagon menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.
Amerika Serikat telah secara signifikan meningkatkan kehadiran militer di Timur Tengah seiring peringatan Trump kepada Iran agar mencapai kesepakatan. Sebelumnya, AS telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dari Laut China Selatan.
Trump pada Rabu menggelar pertemuan tertutup dengan kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu. Setelah pertemuan itu, presiden AS mengatakan, “Tidak ada kesimpulan pasti yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai.”
“Jika bisa, saya memberi tahu kepala otoritas (Israel) bahwa itu akan menjadi pilihan yang diutamakan,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
“Jika tidak, kita harus melihat bagaimana hasilnya nanti. Terakhir kali Iran memutuskan bahwa mereka lebih baik tidak membuat kesepakatan, dan mereka dihantam dengan (Operasi) Midnight Hammer — Itu tidak berjalan baik bagi mereka. Semoga kali ini mereka akan lebih rasional dan bertanggung jawab,” tambahnya.
sumber : Antara, Anadolu

3 hours ago
4













































