Penulis Amerika: Netanyahu Membohongi AS dan Yahudi

2 hours ago 4

Poster bergambar PM Israel Benjamin Netanyahu terlihat diinjak massa peserta aksi solidaritas Indonesia Lawan Genosida, Dukung Palestina Merdeka di Jakarta, Ahad (12/10/2025). Massa aksi mengutuk segala bentuk genosida terhadap warga Gaza yang dilakukan Israel serta menyuarakan kemerdekaan dan gencatan senjata yang permanen di Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Penulis Amerika Serikat yang berpengalaman, Thomas Friedman, berpendapat bahwa pemerintahan sayap kanan Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu menipu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan orang-orang Yahudi di Amerika Serikat dengan memusatkan perhatian pada ancaman Iran.

Padahal pada kenyataannya mereka mengambil langkah yang mengancam kepentingan Amerika Serikat dan keamanan orang-orang Yahudi di seluruh dunia.

Friedman menyerukan agar tipu muslihat ini dihentikan dan segala sesuatu disebut dengan sebutan yang sebenarnya.

Dia mengatakan, pemerintahan ekstremis ini telah meludahi Amerika dan ingin kita percaya bahwa itu hanyalah hujan, bukan badai, padahal itu adalah penipuan terhadap Trump dan orang-orang Yahudi Amerika, dan Amerika Serikat tidak boleh membiarkan hal itu terjadi.

Dalam kolomnya di New York Times, dikutip Aljazeera, Rabu (18/2/2026), Friedman menegaskan Netanyahu membuat Washington tetap fokus pada ancaman nuklir dan rudal Iran, tetapi meskipun hal itu penting, menurutnya, tujuan Netanyahu adalah mengalihkan perhatian dari apa yang terjadi di Tepi Barat dan Gaza.

Penulis mengutip pernyataan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dalam sebuah artikel di surat kabar Haaretz bahwa ada upaya kekerasan dan kriminal untuk membersihkan wilayah-wilayah di Tepi Barat secara etnis, melalui serangan-serangan pemukim yang bertujuan untuk mengusir warga Palestina sebagai persiapan untuk menganeksasi tanah tersebut.

Menurut Friedman, mempercepat aneksasi di Tepi Barat dan upaya untuk tetap berada di Gaza dengan mencabut hak-hak politik warga Palestina adalah tindakan yang secara moral gegabah dan secara demografis bunuh diri.

Read Entire Article
Politics | | | |